sekolah ptm
ILUSTRASI : Kondisi siswa pulang sekolah, di SMPN 19 Depok, hampir semua siswa menggunakan masker,  Jumat (8/10). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Para orang tua di Kota Depok patut bersyukur. Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sudah memasuki hari ke lima. Sampai saat ini, belum ditemukan indikasi klaster baru akibat kegiatan belajar mengajar (KBM) di satuan pendidikan.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tugu 4, Tuti Suparyanti mengatakan, penerapan protokol kesehatan menjadi hal utama selama KBM berlangsung. Tentunya, sesuai dengan Peraturan Walikota dan Surat Edaran Disdik terkait PTMT.

Mulai dari alur masuk ke sekolah, siswa diwajibkan memakai masker, kemudian diukur suhu tubuhnya. Selanjutnya, mencuci tangan dengan sabun, lalu masuk ke kelas dengan menjaga jarak.

“Sesuai arahan, jadi satu hari hanya dapat dua jam belajar pagi mulai dari jam 7-9 pagi. Lalu jeda waktu 60 menit untuk sterilisasi disinfektan, dilanjut jam 11-13 siang,” ujarnya kepada Radar Depok, Jumat (8/10).

Untuk menyiasati 24 rombongan belajar (rombel), pihaknya membagi waktu masuk para siswa berdasarkan jenjang. Kelas 1,3, dan 5 pada hari Senin-Selasa. Lalu kelas 2,4,6 hari Rabu dan Kamis.

Waktu para siswa pulang pun turut diatur sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Misalnya, kelas 1 yang paling rentan pulang lebih dahulu, disusul kelas 3 10 menit kemudian, dan seterusnya.

“Disini ada 24 rombel dan 793 siswa karena sudah merger dengan SDN Palsigunung pada 2019. Untuk personel tenaga pendidik, guru, sekuriti, operator, dan kepala sekolah total ada 35 orang. Jumat kami tidak ada KBM,” bebernya.

Pihak sekolah turut tidak memperkenankan pedagang untuk menjajakan dagangannya di depan sekolah. Untuk itu, orang tua diminta menyiapkan bekal anak-anaknya berupa makan dan minum.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada klaster di sekolah atau indikasi demam juga tidak ditemukan. Mudah-mudahanan PTMT ini tidak terjadi hal-hal negatif seperti di Tangerang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Depok, Salim Bangun mengungkapkan, pelaksanaan PTMT berjalsn dengan baik dan lancar tanpa adanya kendala. Hal ini lantaran diterapkannya protokol kesehatan secara ketat mulai dari diantarnya para siswa ke sekolah sampai pulang.

“Tidak ada klaster Covid-19 disini dan jangan sampai ada. Untuk prokes kita terus pantau dari diantar, masuk ke gerbang, cek suhu, cuci tangan, dan masuk ke kelas,” katanya.

Ketika di kelas pun, tempat duduk siswa diatur jaraknya sekitar 1,5 meter, dan yang hadir juga sebagian atau dengan sistem hybrid. Sesi pertama pembelajaran berlangsung dari jam 7-9 pagi.

“Yang masuk hanya separuh, sisanya masuk secara daring. Jumlah rombel ada 33 dari kelas 7-9, para siswa juga hanya diperbolehkan membawa minum saja,” bebernya.

Dia menerangkan, orang tua yang mengantar jemput tidak boleh masuk dan tidak boleh berkumpul di depan gerbang. Sehingga tidak ada kerumunan saat mengantar maupun menjemput.

“Aktivitas lapangan atau praktik belum diizinkan, dilakukan virtual,” tegasnya.

Terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Pondok Sukmajaya, Ihyani Nurdiena Marliamara mengatakan, sebanyak 17 sekolah terdiri dari SD, SMP, dan SMA menjadi pantauannya. Monitoring dilakukan melalui koordinasi dengan sekolah dengan MoU maupun lewat WA.

“Sekolah SD 11 , SMP 4 dan SMA ada 2. Setiap hari kita terus lakukan pemantauan dengan koordinasi. Sampai saat ini, lanjutnya, belum ada laporan terkait siswa terpapar,” ucapnya.

Senada dengan itu, Kepala UPTD Puskesmas Cilodong, Dharmaningsih menjelaskan, pihaknya telah membuat jadwal monitoring ke setiap sekolah. Dalam satu hari, ada empat sampai tujuh sekolah yang akan dipantau langsung oleh tenaga kesehatan.

“Per harinya kami menyiagakan enam sampai tujuh petugas untuk memantau jalannya KBM PTMT, apakah prokesnya tetap dijaga sesuai SOP dan peraturan yang berlaku. Tadi saat kunjungan, kita bantu mengingatkan, siswa segera pulang stlh PTM karena kalau pada keluyuran ketika ada kasus sekolah, bisa jadi dipersalahkan padahal belum tentu tertular di sekolah,” katanya.

Sampai saat ini, belum ditemukan laporan terkait kasus Covid-19 akibat PTMT. Jika hal itu terjadi, sekolah akan mengantisipasi dengan SOP mitigasi, dan puskesmas tetap pada koridornya melakukan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

“Tadi kami ke beberapa sekolah juga tidak ada laporan langsung dari pihak sekolah, aman. Selain itu, koordinasi juga dilakukan langsung dengan Penanggung Jawab UKS,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) SD, Disdik Kota Depok, Wawang Buang menjelaskan memang sampai saat ini, PTMT terus berlangsung sesuai aturan berlaku. Pihaknya juga turut melakukan pemantauan ke satuan pendidikan.

“Tidak ditemukan (klaster Covid-19). Yang jelas terus kami pantau seluruh sekolah, SD Negeri setelah tiga tahun di merger ada 207,” tandasnya. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah 

Editor : Fahmi Akbar