Ketua DPP PPP/Ketua Umum PP GPK, Andi Surya Wijaya Ghalib dukung PTM Terbatas di Depok. FOTO: ISTIMEWA

Terbatas mulai 4 Oktober mendatang. Untuk itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Andi Surya Wijaya Ghalib mendukung langkah tersebut.

Namun, Putra mantan Jaksa Agung RI, Letnan Jenderal (Pur) TNI Andi Muhammad Ghalib ini meminta penyelenggara pendidikan untuk memastikan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 ketat dan menyiapkan fasilitas pendukung.

“PTM Terbatas di Depok, tentu kami dari PPP mendukung,” tutur Andi Surya saat dihubungi Radar Depok melalui nomor gawai pribadinya, Kamis (30/09).

Sebab, sambung politikus yang concern terhadap dunia pendidikan ini, sejak kasus pertama  Covid-19 terdeteksi di Indonesia pada 2 Maret 2020, sudah hampir dua tahun siswa yang menjadi generasi penerus bangsa melakukan pembelajaran secara daring.

“Kami bukan membandingkan pembelajaran daring dan luring. Tapi, sejatinya pembelajaran dilaksanakan di sekolah, agar siswa dapat terpantau maksimal oleh guru,” katanya.

Untuk itu, Andi Surya menegaskan, jika PTM Terbatas dilaksanakan, maka perlu dilakukan terobosan baru dan menyusun formula serta aturan untuk pembelajaran di sekolah di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

“Pastinya harus dipastikan dengan Prokes Covid-19 ketat, memastikan vaksinasi bisa diserap maskimal oleh para pendidik, mulai dari kepala sekolah hingga staf di sekolah. Juga vaksinasi untuk para siswa,” tegas Andi Surya.

Hal ini, kata dia, agar tidak menjadi klaster sekolah dan tidak menjadi penyebab third wave atau gelombang ketiga pandemi Covid-19. Sehingga, dia mengimbau agar penyelenggara pendidikan, dalam hal ini Disdik Kota Depok dan pihak sekolah untuk disiplin dan menerapkan Prokes Covid-19, serta menyiapkan fasilitas penunjang, seperti thermogun, masker, tempat cuci tangan atau wastafel dan lain-lain.

“Kami juga meminta agar PTM terbatas ini agar tersosialisasi ke orang tua siswa dengan maksimal, kaitan aturan dan pengawasannya. Peran orang tua di sini juga sangat penting dan tidak bisa diabaikan,” tegasnya lagi.

Selain itu, Andi Surya menambahkan, karena sudah hampir tidak digunakan, dia meminta agar kebersihan sekolah dan juga penyemprotan desinfektan secara berkala selama PTM Terbatas diberlakukan di Depok.

“Juga harus ada pengawasan dari Satgas Penanggulangan Covid-19, agar semua pihak melaksanakan aturan dan Prokes Covid-19 secara ketat. Karena, ini demi generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan  saat ini, jadi harus benar-benar maksimal persiapannya,” pungkas Andi Surya. (cky)