ke mall
MASUK MAL :  Seorang anak terlihat mulai mengunjungi Mal Detos, setelah dikeluarkannya Inmendagri No 47 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid19 di Jawa-Bali. IST

RADARDEPOK.COM – Akhirnya kebijakan yang ditunggu pengusaha mal direalisasikan pemerintah. Berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) No 47 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid-19 di Jawa-Bali.  Anak usia dibawah 12 tahun sudah boleh masuk ke dalam mal di Kota Depok. Syaratnya, harus ada pendamping yang ikut dan sudah tervaksin minimal satu kali. Pendamping juga wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi ketika masuk mal.

“Anak di bawah 12 tahun ke bawah dengan pendamping orang tua untuk masuk mal. Tentu kami akan merujuk ke Inmendagri karena itu pedoman kita di daerah melaksanakan prokes. Jadi nanti dengan orangtuanya, didampingi. Orangtuanya kan jelas pasti (dengan) Peduli Lindungi, diskrining, nanti anak-anak bisa masuk,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Selasa (5/10).

Menurutnya, protokol kesehatan (Prokes) wajib ditaati pengunjung saat dalam mal. Satgas akan melakukan pengawasan rutin ke dalam mal untuk melihat kondisi. “Tentu kami akan sidak, Satpol PP juga tiap hari mobile ke mal, kami juga akan ambil tindakan untuk monitoring terhadap kegiatan ini di pusat perbelanjaan karena anak-anak itu rentan. Tapi untuk permainan anak kan belum diperkenankan,” katanya.

Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Depok, Sutikno Pariyoto menyambut, baik kebijakan tersebut. Dipastikan pusat perbelanjaan di Kota Depok akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan benar dan ketat. Harapannya geliat ekonomi di Depok kembali tinggi dan menekan pengangguran.

“Alhamdulillah sudah bisa dan diperbolehkan anak usia dibawah 12 tahun masuk mal. Kami pastikan penerapan prokes yang ketat demi keamanan dan kenyamanan bersama,” katanya kepada Harian Radar Depok, Selasa (5/10).

Kebijakan ini kata dia, menjadi angin segar bagi pelaku usaha terkhusus tenan–tenan di Mal. Dampak dilarangnya anak usia dibawah 12 tahun masuk mal sangatlah besar. Kebanyakan keluarga menjadi enggan masuk mal karena tidak bisa membawa anak ikut serta.  “Kalau sekarang jadi keluarga bisa masuk semua. Semoga ekonomi dapat bergerak kembali seperti semula dan dapat membantu para pelaku usahanya menjual produkproduknya,” ungkapnya.

Terpisah,  Marketing Communication (Marcomm) Manager Margocity, Reza Ardiananda menambahkan, pihaknya sangat menyambut baik kebijakan tersebut. Pihaknya pun akan terus menerapkan prokes ketat dengan diperbolehkannya anak-anak masuk mal. Namun saat ini untuk area bermain anak belum bisa dioperasionalkan karena sesuai dengan Inmendag.  “Kita akan jaga prokes di dalam mal ketika semua pengunjung sudah ada. Anak-anak ketika masuk harus didampingi orang tua yang sudah divaksin minimal sekali, diperlihatkan melalui aplikasi Peduli Lindungi,” katanya.

Sebagai kelengkapan dalam mal, pengelola menyediakan ruang medik. Jika ditemukan kondisi tertentu akan segera dilarikan ke ruang medik untuk mendapat penanganan awal. “Ruang isolasi tidak ada, tapi kita ada ruang medik. Jadi memang semua kalau konsumen ada apa-apa kita larikan ke ruang medik,” bebernya.

Senada dengan Reza, Marcomm Manager Depok Townsquare (Detos), Ferry Nurdin Firdaus mengaku, bersyukur dengan adanya izin masu mal bagi anak di usia 12 tahun. Peraturan ini membawa angin segar untuk indsustri retail shoping mal. “Bisa semakin hidup dan tumbuh kembali norlam perekonomian di mal,” ucap Ferry.

Akan tetapi, Ferry juga masih berharap kepada pemerintah agar sejumlah peraturan kembali mendapat pelonggaran, khususnya tempat bermain anak dan tempat hiburan boleh dibuka kembali. “Kami berharap tempat bermain anak di mal dan rumah bernyanyi bisa segera menyusul dibuka,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan dilakukannya pelonggaran izin anak  12 tahun bisa masuk mal akan berdampak positif terhadap omset mal. Akan tetapi, Ferry belum bisa merinci berapa besaran keuntungan yang mereka raup setelah anak -anak boleh kembali ke mal.

“Besaran pastinya mungkin kami butuh analisa lanjutan ya. Namun, mengingat cukup banyak tenant kami  yang masuk sebagai kategori pasar Family. Tapi kami tetap optimis bisnis kami akan naik signifikan,” tutupnya. (dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar