vaksinani
LAYANI VAKSIN : Penanggung Jawab Vaksinasi RS HGA, dr Dian sedang menyuntikkan vaksin ke lengan seorang warga Depok. IST

RADARDEPOK.COM – Pemerintah kota (Pemkot) Depok harus bergerak cepat. Vaksin jenis Moderna dan Pfizer yang belum terpakai akan expired atau kadaluarsa awal November, di beberapa puskesmas Kota Depok. Dua vaksin tersebut kurang diminati lantaran masyrakat lebih memilih vaksin jenis Sinovac.

Kepala UPTD Puskesmas Harjamukt,i Eni Ernawati menyebut, hingga hari ini (Kemarin) ketersediaan vaksin di Puskesmas Harjamukti terdiri dari, Sinovac 2D 223 vial yang akan expred pada 8 Februari 2022. “Sedangkan Sinovac 10D 2 vial expired pada 22 Januari 2022, dan 50 vial expired di 31 Januari 2022,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (14/10).

Selain itu, Eni juga menyebut ada vaksin yang dalam waktu dekat akan expired yaitu vaksin dengan jenis Moderna. “Moderna 2 vial akan expired pada 7 November 2021,” jelasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Pasir Gunung Selatan (PGS), Sulaeman Iskandar menyebut saat ini di Puskesmas PGS ada 1.300 dosis dengan jenis Sinovac, Pfizer, dan Moderna. “Dari jumlah tersebut, paling cepat expired yaitu pada November 2021 dan paling lama Juni 2022,” terangnya.

Dia mengatakan, yang akan expired pada bulan depan yakni vaksin dengan jenis Pfizer. “Tetapi kami sudah lakukan pembukaan pendaftaran, rencananya akan kami habiskan  di Minggu depan,” tegasnya.

Menimpali hal ini, Anggota Komisi D DPRD Depok, Turiman mengaku, belum mengetahui secara pasti adanya vaksin yang akan expired dalam waktu dekat. “Saya akan komunikasikan untuk mencari informasi terkait hal ini,” tuturnya.

Turiman menduga, adanya sisa dari vaksin Moderna dan Pfizer dibeberapa puskesmas akibat masyarakat lebih memilih vaksin dengan jenis Sinovac. “Saya juga waktu itu ngadain vaksin di rumah, dan masyarakat lebih minat untuk Sinovac, sedangkan jenis yang lainnya kurang diminati,” terangnya.

Dia mengatakan bahwa itu hanya dugaan, dan belum di klarifikasi lebih lanjut. Sebenarnya, untuk pelaksanaan vaksin itu berdasarkan kuota dari pusat, ketika mau mengadakan harus mengajukan terlebih dahulu.

“Jika memang kuota tidak terpenuhi, dari Puskesmas, TNI, Polri ataupun masyarakat yang bisa melakukan saling bekerjasama,” tandasnya. (tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Fahmi Akbar