sebentar lagi tersangka korupsi damkar
KASUS DAMKAR : Sandi Butar Butar pelapor salah satu dugaan korupsi damkar saat hadir kantor Kejaksaan Negeri Depok. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Kasus perkara korupsi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok, belum juga ada progres hingga, Rabu (27/10). Kendati Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok belum menetapkan tersangka, Acep yang menjabat Bendahara Damkar Depok disebut-sebut bakal ditetapkan tersangka dalam kasus Insentif Covid-19 dan iuran BPJS Kesehatan yang dilaporkan pegawai honorer, Sandi Butar Butar.

“Nama meruncing ke Bendahara ya, pak Acep tapi itu baru kabar yang saya dengar ya tapi ini soal yang saya laporin,” terang Sandi kepada Harian Radar Depok saat dikonfirmasi, Rabu (27/10).

Dia juga menerangkan, dari kabar yang didapatnya bahwa sejumlah saksi terus dipanggil dan sampai saat ini jajaran pejabat pada Dinas Damkar telah kembali dipanggil, termasuk Kepala Dinas Damkar. “Saya serahkan semuanya ke Kejaksaan yang menangani kasus ini. Pasti semuanya profesional dan transparan termasuk soal pengadaan,” ungkapnya.

Sandi mengaku, tetap fokus dalam perkara yang dilaporkan. Tak berhenti sampai disana, upaya menggoyang Sandi untuk memberi keterangan soal pengadaan telah dilakukan berbagai pihak. Sandi juga telah berkomunikasi dengan Kuasa Hukum Razman Nasution agar saat persidangan hanya pada perkara insentif covid 19 serta iuran BPJS petugas Damkar. “Saya tetap foku disitu saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sri Kuncoro memastikan pihaknya akan jamin perkara tindak pidana korupsi belanja sepatu dan pakaian dinas lengkap (PDL) dan honor Covid-19 dan BPJS Kesehatan pasti berlanjut hingga ke penuntutan.

“Hanya tinggal tunggu ekspos. Kami tegaskan tidak akan tebang pilih. Dipastikan akan lanjutkan penuntutan dan disidangkan di pengadilan,” tegas Sri kepada Radar Depok, (28/7).

Sejauh ini kata Sri, Kejaksaan secara profesional telah memanggil sekitar 50 nama guna menjalani pemeriksaan untuk memenuhi keterangan penyidikan.

“Semua telah kami mintai keterangan saksi, mulai dari apa yang didengar, dilihat dan dirasakan. Dan telah dicatat dalam berita acara pemeriksaan. Kami juga telah lakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan,” ungkapnya.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar