airsof gun habis
TUNJUKAN KOLEKSI : Iyank sedang menunjukan koleksi pistol airsoft gun miliknya. INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

Meski selamat dari terpaan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Iyank sampai saat ini mengaku masih memiliki keresahan, khususnya dalam bisnis yang dilakoninya.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Kopi hitam di gelas Iyank mulai surut. Tak terasa waktu bergulir dengan cepatnya. Perbincangan yang menarik dengan Iyank mengenai seluk beluk dunia olahraga airsoft gun dan penjualannya, membuat waktu terasa cepat.

Setelah menyeruput kopi di cangkirnya, dia molantarkam sebuah pertanyaan mengenak dunia olahraga airsoft gun.

“Olahraga air softgun kena dampak gak ya akibat aksi terorisme beberapa waktu lalu,” ucap Iyank yang tiba-tiba saja sedikit mengalihakan topik pembicaraan ke arah yang lebih serius.

Pertanyaan ini dilontarkan dari mulutnya bukan tanpa alasan. Sebab, setelah melihat berita mengenai aksi serangan terorisme terhadap markas polisi di beberapa daerah, khususnya di Mabes Polri beberapa waktu lalu, dia mengaku agak kefikiran.

“Yang di Mabes Polri kan terorisnya nyerang pake airsoft gun, itu dia dapet dari mana ya, soalnya selaku penjual yang profesional kota gak boleh sembarangan jualnya,” ucap Iyank yang merasa kesal dengan ulah oknum penjual airsoft gun yang menjual senjata ke pelaku terorisme.

Dia merasa resah karena takut ada stigma di masyarakat jika olahraga aor softgun adalah olahraga yang berbahaya, sedangkan kenyataanya, menurut dia air soft gun tidak dirancang untuk membunuh, dan penjual maupun pembelinya wajib memiliki izin dan terdata sebagai anggota Perbakin.

“Alhamdulillah kalau saya izin komplit, dan tidak mau menjual barang ilegal. Tapi memang setelah ada kejadian itu saya sayangat selektif dalam menjual aor soft gun,” bebernya.

Meski demikian, dia optimis jika dunia olahraga air soft gun tidak akan redup dan semakin berkembang, tentunya dengan disiplin dan tanggung jawab yang tinggi baik dari penjual maupun pengguna air soft gun itu sendiri.

“Kita sebagai pecinta olahrga ini harus saling mengedukasi dan menjaga, jangan sampai alat olahraga kita ini disalah gunakan untuk hal kejahatan,” demikian ucap Iyank. (*)

Editor : Junior Williandro