haji
ILUSTRASI : Jamaah Kota Depok ketika bersiap berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci Arab Saudi di Kantor Kementrian Agama Kota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Kalau memang sudah niat dan ingin ke Mekkah biaya sebesar Rp50 juta bukan masalah. Tapi, jamaah Kota Depok kudu menghitung-hitung lagi. Saat ibadah umrah, jamaah harus melalui karantina di tiga negara. Membengkaknya biaya umrah, akibat panjangnya ibadah dan mesti menginap permalam di hotel, dengan harga Rp1 juta semalam.

Koordinator Umrah Travel Ummu Quro, Kosasih mengaku, seluruh jamaah mengurungkan niat untuk bertolak ke Arab Saudi sampai kondisi normal. Jadi saat umrah nanti, jamaah harus karantina di beberapa negara termasuk Arab Saudi. Misalnya, pertama di negara transit seperti Singapura, lalu di Arab Saudi. Sebelumnya harus karantina di Indonesia dulu.

Banyaknya peraturan yang dikeluarkan Arab Saudi kepada jamaah Indonesia bukan soal permasalahan pada biaya. Melainkan, memakan waktu yang kalau dihitung hingga satu bulan. Perhitungannya, satu negara memakan waktu tujuh hari karantina dan dikalikan 3 kali karantina.

“Padahal, kalau umrah waktu normal hanya seminggu lebih sudah termasuk perjalan. Jadi kalau ditotal bisa satu bulan lebih,” bebernya kepada Harian Radar Depok, Jumat (22/10).

Menurutnya, kebijakan Arab Saudi yang diberikan kepada Indonesia seakan menyatakan penolakan secara halus. Sebab seluruh jamaah tidak ingin melakukan penambahan biaya yang nyaris dua kali lipat. Belum lagi waktu yang habis karena karantina. Sehingga jamaah mengurungkan niatnya untuk beribadah ke tanah suci dalam masa pandemi ini.

Dia mengkalkulasikan, biaya umrah saat situasi normal sebesar Rp25 juta hingga Rp 28 juta. Kini, adanya karantina jamaah harus mengeluarkan kocek pribadi sebesar Rp14 juta, karena karantina 14 hari di negara orang itu biaya satu malam mencapai Rp1 juta. Kalau selama 14 hari berarti Rp14 juta. Itupun baru biaya lakukan karantina di tiga negara. Belum karantina sebelum keberangkatan dan saat tiba di tanah air.

“Kalau di sini bisa lebih murah, semalam minimal bisa Rp500 ribu. Tapi kalau di luar negeri minimal semalam Rp  juta. Itu yang membuat jamaah menunda keberangkat hingga situasi normal,” papar Kosasi.

Diketahui, Travel Ummo Quro mempunyai 150 jamaah yang menanti keberangkatan saat ini. Ada 9 Negara yang telah di buka Arab Saudi dalam menunaikan ibadah, di Asia tenggara, ada Malaysia, Singapura, Brunnei Darussalam. Namun, untuk Indonesia belum diperbolehkan.

Tapi, kata Kosasih, pemerintah masih melakukan penjajakan agar Arab Saudi mencabut masa karantina yang lama hingga menghabiskan waktu dan biaya. Padahal, banyak yang umrah dari kelas pekerja, jadi sulit jika melakukan ibadah umrah dengan waktu selama itu.

“Paling umrah hanya 9 hari. Tapi karena karantina ini bisa makan waktu sebulan,” tambahnya.

Dia juga menambahkan, jamaah yang sudah melakukan pembayaran secara lunas, enggan mengambil uangnya kembali meski travel telah memberikan kesempatan bagi yang ingin mengambil uangnya. “Saya sudah tawarkan, tapi tidak ada yang mau. Jamaah bilang disimpan saja karena itu uang untuk menunaikan ibadah,” tambah Kosasih.

Berbeda halnya dengan Travel Umroh Ummo Quro. Pengurus Daarul Shaafa Tour and Travel, Supadmi Agus memastikan, kini travel yang dipegangnya untuk sementara waktu vakum. Karena belum ada keputusan secara resmi dari Pemerintah Arab Saudi untuk jamaah umroh Indonesia. Hal ini buntut dari penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.

“Belum, sekarang kan masih covid jadi belum mulai jalan. Belum ada lagi yang berangkat,” jelasnya ketika dikonfirmasi.

Namun dia mengklaim, jumlah jamaah pada travelnya tidak terlalu banyak. Saat ini, pihaknya belum bisa berkoordinasi dengan salah ustad pimpinan di tanah Arab, yang biasa berkoordinasi dalam melakukan umrah. Koordinasi belum dilakukan karena masih dalam suasana pandemi, sehingga tidak ingin mengambil resiko.

“Kita punya pimpinan ustad disana. Selama covid belum pernah keluar atau koordinasi jadi sampai sekarang saya belum bisa memastikan. Tapi kita pastikan untuk vakum dulu,” tegas Supadmi.

Dilokasi berbeda, Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Depok, Hasan Basri memastikan umrah belum di buka. Sebab saat ini masih dalam kajian soal penerbangan yang belum dibuka dan karantina yang masih dalam tahap lobi, agar ada kelonggoran dari kebijakan Arab Saudi. “Belum di buka untuk umrah. Kemenag masih melakukan kajian,” katanya.

Hasan mempersilakan seluruh jamaah untuk menarik biaya umrah, tinggal berkoordinasi dengan travel yang menyediakan keberangkatan, yang kemungkinan untuk kebutuhan lainnya karena sekarang masih dalam suasana pandemi. “Silahkan saja, itu hak jamaah dan travel. Kalau memang butuh silakan ditarik lagi. Karena pandemi ini berdampak luas ya, jadi silakan saja untuk kepentingan utama,” tandasnya.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar