antipasi
SEKELUMIT : Tim Putri Jawa Barat (Jabar) harus puas meraih medali perak cabang sepakbola putri PON XX/2021 yang berlangsung, di Stadion Katalpal, Merauke, Senin (11/10). KONI JABAR

RADARDEPOK.COM – Tim Putri Jawa Barat (Jabar) harus puas meraih medali perak cabang sepakbola putri PON XX/2021 yang berlangsung, di Stadion Katalpal, Merauke, Senin (11/10). Di babak final, Pani Tri Oktavianti bomber asal Kota Depok tak berkutik saat melawan tuan rumah Papua, dengan skor 0-1. Kendati kalah, hasil ini sangat maksimal bagi putri Jawa Barat.

Dalam perjalanannya tim asuhan Ronny Remon ini tampil cukup baik dari mulai babak kualifikasi (BK), babak penyisihan grup, semifinal sampai akhirnya lolos menuju final cabang olahraga sepakbola PON XX/2021.

Cabang olahraga sepakbola putri merupakan yang pertama kali dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional. Para pemain Jawa Barat menerima dengan lapang dada atas kekalahan tersebut.

Maklum, tuan rumah Papua unggul segala-galanya. Meski demikian, Jawa Barat pun sempat memiliki peluang cantik dari kaki Pani. Sayang, tiga kali tendangan jarak jauh  mengarah tepat di depan kiper Papua yang pada sore itu tampil gemilang.

Medali perak menjadi pencapaian yang cukup realistis bagi tim sepakbola Jawa Barat mengingat keikutsertaannya kali ini adalah yang pertama kalinya.

“Anak – anak sudah tampil maksimal, berkali – kali kita mampu menciptakan peluang, namun kita kurang beruntung, saya kira inilah hasil maksimal dan terbaik bagi tim kami,” ujar Ronny Remon pelatih tim sepakbola Jawa Barat usai pertandingan.

Sementara, 17 atlet Kota Depok yang mengikuti ajang PON XX Papua yang di mulai sejak 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021. Sampai saat ini Depok sudah menyumbangkan 10 medali. Yaitu, 1 medali emas oleh Adam Yazid Ferdyansyah (Taekwondo) dan 2 medali emas Rudiansyah (Dayung), 2 perak oleh Rio Pengestu Putra-Muhammad Riski Xavier (Futsal), 1 Perak oleh Pani Tri Oktavianti dan Nurhalimah Sepak Bola Putri  serta 4 perunggu oleh Adlia Rahma Maulida-Muhammad Anugrah Ramadhan (Cricket) dan Eka Aprilianto-Sri Mulyaningsih dari (Kick Boxing).

Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto mengatakan, Pemerintah Jawa Barat akan memberikan penghargaan untuk para Atlet yang sudah membawa pulang medali pada ajang PON XX Papua melalui KONI Jawa Barat. Penghargaan yang akan diberikan berupa uang tunai. Namun, pihaknya saat ini belum mengetahui berapa anggaran yang akan diberikan kepada para atlet.

“Penghargaan utama akan diberikan oleh pemerintah Jawa Barat melalui KONI Jawa Barat,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (11/10).

Pekan Olahraga Nasional merupakan acara yang diselenggarakan antar provinsi. Kota Depok saat ini hanya fokus kepada Pekan Olahraga Daerah (Porda) atau Pekan Olahragta Provinsi (Proprov). Meski begitu, KONI Kota Depok akan tetap memberikan penghargaan kepada para atlet. “Namun dengan demikian, mereka para atlet terbaik akan mendapatkan penghargaan juga dari kita,” jelas Herry.

Sebelumnya, KONI Kota Depok memberikan pembekalan berupa uang tunai untuk para atlet dan pelatih sebagai bentuk salah satu perhatian KONI Kota Depok, kepada para atlet yang ingin berjuang demi mengharumkan nama Jawa Barat, khususnya Kota Depok. “Kami bekali mereka para atlet masing-masing Rp5juta dan pelatih Rp2,5 juta,”  ucapnya.

Hingga saat ini masih tersisa satu cabor yang belum menyelesaikan pertandingan yakni Terjun Payung yang sampai saat ini masih berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Timika, Papua. “Untuk saat ini kita masih menunggu hasil dari atlet terjun payung. Mudah-mudahan dapat meraih medali emas,” tandasnya.

Kontingen Jawa Barat (Jabar) masih memuncaki klasemen medali PON XX Papua 2021 pada Senin (11/10) malam WIB. Jawa Barat semakin kokoh di puncak dengan perolehan 240 medali. Rincian medali Jabar terdiri dari 92 emas, 70 perak, dan 78 perunggu. Jawa Timur dan DKI Jakarta masih konsisten di tiga besar klasemen medali PON XX Papua. Kini, kedua kontingen tersebut telah mengikuti Jabar dengan menembus 200 medali. Adapun Jawa Timur berada di peringkat kedua dengan raihan 202 medali yang meliputi 77 emas, 66 perak, dan 59 perunggu.

Pundi-pundi medali Jatim sejatinya masih kalah banyak dibanding dengan DKI Jakarta yang telah mengoleksi 215 medali. Namun, DKI Jakarta kalah dalam perolehan emas sehingga Jatim berhak berada di tempat kedua. Kontingen Ibu Kota sendiri telah menorehkan 74 emas, 64 perak, dan 77 perunggu. Sementara itu, Papua juga masih mengamankan posisi empat besar dan kini telah meraup 166 medali. Medali-medali yang diraih tim tuan rumah adalah 67 emas, 33 perak, dan 65 perunggu.(van/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani 

Editor : Fahmi Akbar