rynhard sinaga babak belur
Reynhard Sinaga.

RADARDEPOK.COM – Investigasi kasus predator seksual Reynhard Sinaga, mahasisea doktoral asal Kota Depok, Indonesia dijadikan film dokumenter dengan judul ‘Catching a Predator’.

Film tersebut mengulik sisi penelusuran polisi Inggris dalam menginvestigasi kasus pemerkosaan terbesar sepanjang sejarah di Inggris.

Reynhard ditangkap oleh pihak kepolisian Manchester Raya pada 2017. Selang 4 tahun, ia langsung divonis hukuman penjara seumur hidup setelah pengadilan membuktikan dirinya bersalah melakukan pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korbannya, yang semuanya adalah pria.

Jelang penayangan film dokumenter tersebut, kepolisian Manchester Raya merilis penampakan Reynhard pertama kalinya dengan kondisi babak belur saat ditangkap pada tahun 2017.

Salah satu korban bernama Daniel berani angkat bicara untuk menemukan seluruh jumlah korban pemerkosaan Reynhard.

Hal tersebut membuat polisi meyakini bahwa jumlah korban Reynhard tidak hanya 200 pria.

Dalam penyidikan, polisi menemukan adanya rekaman video-video pemerkosaan di ponselnya yang jumlahnya bisa mencapai ratusan jam tayangan.

Detektif Dorothy Orr dan Detektif Kimberley Hames-Evans yang ditugaskan dalam proses penyelidikan ini mengatakan rekaman video pemerkosaan Reynhard itu sangat mengerikan.

“Ada begitu banyak video pria-pria muda dilecehkan secara seksual dan diperkosa. Kami menerima banyak laporan pemerkosaan, tapi saya jarang melihatnya terjadi di depan mata,” kata detektif Dorothy Orr.

Detektif Sersan Hames-Evans juga harus ‘menjelajah ke pelosok negeri, bahkan luar negeri’ untuk memberi tahu orang-orang apa yang dilakukan Reynhard kepada mereka.

“Tiba-tiba mereka terdiam dan saya (bisa) melihat wajah mereka langsung berubah. Wajah mereka seolah mengatakan ‘Ya Tuhan’,” ucapnya.

Dalam perkara Reynhard, Iain Simkin selaku jaksa penuntut umum mengatakan bahwa mahasiswa tersebut sangat ‘buas’ setelah melihat adanya rekaman video yang memperlihatkan adegan pemerkosaan pada dua pria selama berjam-jam.

Iain Simkin berharap bahwa kasus ini bisa meningkatkan pemahaman soal pemerkosaan pada laki-laki dan menyebut kasus Reynhard sebagai contoh dari bagian terburuk perilaku manusia. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya