kematian ibu hamil
PAPARKAN : Penyuluhan P4K (Perencanaan, Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) bagi ibu hamil dan pendampingan ibu hamil di Aula Kelurahan Rangkapanjaya, Pancoranmas. ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sepanjang Januari-Agustus 2021, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mencatat sebanyak 24 kasus ibu hamil mengalami kematian. Jumlah tersebut meningkat jika dibangkan sebelumnya lantaran pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Depok, Zakiah mengatakan jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) selama delapan bulan mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan berbagai faktor.

“Untuk AKI Januari-Agustus sebanyak 24 kasus, jumlahnya naik. Sebagian disebabkan meninggal karena Covid-19, faktor lainnya yaitu adanya pendatang di Depok sehingga tidak diketahui riwayat awal kehamilan dan tidak memeriksakan secara rutin (kandungannya),” ujarnya kepada Radar Depok, Rabu (20/10).

Meski begitu, pihaknya terus berupaya menekan AKI dengan Program Perencanaan, Persalinan, dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Melalui P4K, ibu hamil dapat mempersiapkan dan merencanakan proses persalinan.

Adanya program tersebut, tentunya tak lepas dari dukungan lintas sektor. Meliputi masyarakat, tokoh masyarakat, kader-kader posyandu, bidan, klinik, dan rumah sakit setempat guna memberikan sosialisasi sekaligus pemeriksaan kehamilan.

“Tujuan P4K meningkatkan pemahaman suami, keluarga dan masyarakat tentang bahaya persalinan; Adanya rencana persalinan yang aman; Adanya rencana kontrasepsi yang akan di pakai; dukung untuk ikut KB pasca persalinan; Adanya dukungan sukarela dalam persiapan biaya, transportasi, dan donor darah. Sehingga pada akhirnya berdampak pada penurunan AKI,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Tengku Farida Rachmayanti menuturkan berkaitan dengan kehamilan, strategisnya harud berbasis kelurahan melalui P4K. Kemudian, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus dioptimalkan penyelenggaraannya.

“Demikian juga dengan TP-PKK mereka punya peran yang strategis. Karenanya program Posyandu dengan Program RW Siaganya harus disupport lebih,” tuturnya.

Menurut Farida, jika mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGS) pada tahun 2030. Dunia mendorong target penurunan angka kematian ibu harus di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup. “Semoga Kota Depok bisa ikut berperan secara optimal dalam hal ini,” tutupnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro