wakil walikota tinjau ptm
TINJAU PTMT: Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono sedang meninjau pelaksanaan PTMT di salah satu SMP yang ada di Depok. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Sudah dua hari Kota Depok membolehkan sekolah menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), jenjang PAUD, TK, SD dan SMP. Pemerintah kota (Pemkot) Depok mengklaim belum ditemukan klaster sekolah, yang terpapar Covid-19. Pemkot  memastikan akan selalu memantau dengan seksama agar pelaksanaan PTMT berjalan lancar dan tidak timbul klaster penularan Covid-19.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada ditemukan kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekolah,” kata Juru Bicara Penanganan Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Selasa (5/10).

Dia mengungkapkan, dalam kegiatan PTMT terbatas ini, seluruh perangkat daerah (PD) terkait akan mengawasi dengan ketat jalanya proses belajar mengajar di sekolah. Agar sesuai dengan protokol kesehatan. “Dinas Kesehatan Kota Depok juga turut melakukan pemantauan pelaksanaan PTMT, untuk memastikan kesehatan pelaksanaan program ini,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah II, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, I Made mengatakan, untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Depok, dijadwalkan akan melakukan uji coba pelaksanaan PTMT pada 11 Oktober mendatang.

Sebelum pelaksanaan PTMT terbatas nanti, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke SMKN 1 Depok, untuk memantau jalannya persiapan PTMT di sana.  “Alhamdulillah pelaksanaan persiapan PTMT di SMKN 1 Depok berjalan lancar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, nantinya PTMT tingkat SMA sederajat akan melaksanakan PTMT dengan mekanisme jenjang bawah dan atas seperti PTMT, SMP dan SD di Depok. “Seminggu hanya dua kali pertemuan tatap muka terbatas, itu pun harus dengan persetujuan orang tua murid yang bersangkutan,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika pelaksanaan PTMT terbatas nanti bisa berjalan dengan baik dan tidak ditemukan klaster penularan Covid-19, pihaknya akan melonggarkan kebijakan PTMT seperti menambah jumlah siswa yang akan mengikuti PTMT.  “Akhir semester ganjil ini akan kita kaji hasil PTMTnya, kalau bagus mudah – mudahan pada smester genap bisa kita tambah kuota murid yang mengikuti PTMT,” bebernya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya  dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Dadan Rustandi menyebut, jumlah pengelola GYM atau Fitnes di Depok berjumlah 44. Hingga saat ini pihaknya mengaku belum memonitor ada atau tidaknya tempat GYM atau Fitness yang mengalami kebangkrutan akibat PPKM.

“Belum ada yang laporan ke kita terkait bangkrut atau tidaknya. Tapi kan memang sampai sekarang tempat GYM masih tutup, belum boleh buka,” pungkas Dadan. (dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar