ikravani hilman
Ikravani Hilman

RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPRD Kota Depok mendekat Pemkot secepatnya memberikan naskah akademik dan draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Religius kepada Badan Pembentukan Perda (Bapemperda). Sudah berkali-kali draft tersebut diminta, tetapi beragam alasan dilontarkan.

Ketua Bapemperda DPRD Kota Depok, Ikravani Hilman mengatakan, berdasarkan kesepakatan yang dilakukan antaran DPRD bersama Pemkot Depok, terdapat lima Raperda yang diusulkan. Empat diantaranya adalah inisiatif DRPD Kota Depok, yakni mengenai ketertiban umum, tanah terlantar, kepemudaan, dan pesantren.

Sementara satu lagi, merupakan Raperda yang diusulkan oleh Pemkot Depok yaitu Raperda tentang Kota Religius. “Problem dari Perda Kota Religius adalah Pemkot Depok gagal memenuhi janjinya kepada DPRD dalam hal ini Bapemperda,” kata Ikra kepada Radar Depok, Minggu (24/10).

Dalam rapat tersebut juga menghasilkan kesepakatan bersama naskah akademik dan draft Raperda harus sudah selesai di awal bulan September 2021. Empat Raperda hasil inisiatif DPRD, mulai dari naskah akademik sampai draftnya sudah rampung dan masuk semua sejak bulan lalu.

“Bahkan Bapemperda sudah menyelenggarakan pembahasan bersama stakeholder dari setiap Raperda untuk menyusun daftar isian masalah untuk aetiap Raperda. Jadi ini suatu terobosan sekarang ini bahwa ada daftar isian masalah yang nanti akan jadi bekal untuk pembahasan di panitia khusus yang rencananya dilakukan di November 2021,” bebernya.

Politikus PDI Perjuangan itu turut mengungkapkan sampai sekarang, naskah akademik dan draft Reperda Kota Religius yang jadi tanggung jawab Pemkot Depok, belum juga diserahkan.

“Ditagih-tagih beberapa kali selalu jawabannya selalu pekan depan-pekan depan tapi sampai sekarang sekarang enggak ada,” ucapnya.

Dirinya menegaskan, alasan penagihan itu dilakukan sebagai pembahasan awal bersama stakeholder. Pembahasan Pansus juga adalah sikap rapat yang kerjanya maksimum cuma enam sampai tujuh hari.

Sehingga, untuk meningkatkan kualitas Raperda, Bapemperda berinisiatif untuk melalukan pembahasan di awal, bersama masyarakat termasuk dewan dan Pemkot.

“Yang berupa daftar isian masalah tadi, nah sampai sekarang Raperda Religius naskah akademik dan draft belum masuk ke DPRD seperti yang dijanjikan,” ujar Ikra.

Bila naskah akademik dan draft tersebut belum selesai, menurut Ikra, pihaknya dapat memaklumi. Tetapi kenyataannya, berdasarkan pernyataan Pemkot Depok, naskah akademik dan draft sudah selesai dibuat. Molornya janji yang dilakukan Pemkot Depok, membuatnya curiga ada hal-hal yang memang disembunyikan Pemkot Depok.

“Ya kalau memang enggak mau kasih ya bilang saja, nanti saja (diserahkan) pas Pansus, tapi kan tidak, di dalam rapat disepakati ya sepakat, ditagih setelah itu jawabannya pekan depan,” tutupnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro