bersepeda di denmark
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Denmark menjadi destinasi yang tepat untuk wisatawan senang bersepeda. Di negara tersebut, hak asasi pesepeda sangat dijunjung tinggi. Tidak hanya mendapatkan suguhan pemandangan yang indah, namun fasilitas gowesnya juga amat memanjakan.

Bersepeda menjadi transportasi utama banyak penduduk Denmark, baik saat musim panas, hujan, atau salju. Lanskap Denmark yang sebagian besar datar juga memudahkan para pegowes di sini.

Setiap harinya, rata-rata penduduk Denmark bersepeda sejauh 1,6 kilometer. Tiga kota yang warganya paling sering bersepeda ialah Copenhagen, Aarhus, dan Odense.

Mengutip data dari Cycling Solutions, dari 5,8 juta jiwa penghuninya, sebanyak 33 persen bersepeda untuk pergi ke kantor dan 11 persen bersepeda untuk pergi ke sekolah.

Bahkan, sembilan dari 10 penduduk Denmark memiliki sepeda, namun hanya empat dari 10 penduduk Denmark yang memiliki mobil.

Penduduk Denmark mengendarai berbagai jenis sepeda, dari sepeda balap hingga sepeda kargo seperti kotak besar yang digunakan untuk mengangkut barang dan seringkali anak-anak.

Pada jam sibuk, jalur sepeda di Copenhagen bisa sepadat jalan kendaraan bermotor.

Sejarah bersepeda di Denmark

Sepeda pertama kali diperkenalkan di Denmark pada tahun 1880-an, dan selama tahun 1920-an dan 1930-an sepeda menjadi simbol kesetaraan dan kebebasan.

Orang-orang dari semua kelas sosial bersepeda. Saat hari libur, mereka juga sering gowes ke kawasan pedesaan untuk melepas penat.

Tahun 1950-an, ketika revolusi industri melanda dunia, beberapa penduduk Denmark mulai memiliki kendaraan bermotor. Jalanan diperpanjang dan diperluas.

Namun, pada awal 1970-an, krisis minyak Timur Tengah mengakhiri tren memiliki mobil atau motor di Denmar.

‘Hari Minggu Bebas Kendaraan’ lalu diperkenalkan di Copenhagen, dan ada protes yang menuntut agar semua area ibukota menjadi bebas kendaraan bermotor.

Strøget, jalan perbelanjaan utama di Copenhagen, resmi menjadi area pejalan kaki sejak tahun 1962.

Bersepeda semakin menjadi gaya hidup penduduk Denmark, karena semakin banyak yang khawatir tentang polusi udara dan dampak buruk perubahan iklim.

Kaum pekerja kantoran juga semakin resah dengan urusan kesehatan, sehingga menjadikan bersepeda sebagai sarana olahraga selain alat angkut.

Plus, pajak tinggi pada bensin dan mobil menambah faktor semakin banyak yang bersepeda di negara ini.

Anak-anak Denmark biasanya belajar bersepeda sebelum mereka mulai sekolah pada usia 6 tahun – dan seringkali jauh lebih awal. Sampai saat itu, mereka digendong di kursi kecil yang dipasang di salah satu sepeda orangtua mereka.

Kemudian mereka belajar sepeda kecil tanpa pedal pada usia 2 atau 3 tahun, sehingga mereka dapat belajar bagaimana menyeimbangkan badan sebelum naik sepeda sungguhan.

Di sekolah, anak-anak belajar tentang peraturan lalu lintas, keselamatan di jalan, dan pentingnya memakai helm serta kebiasaan bersepeda yang baik.

Alternatif lain untuk keluarga dengan anak-anak adalah sepeda kargo – semacam sepeda roda tiga besar dengan kotak kayu besar di bagian depan, yang mulai digunakan pada 1980-an di Freetown of Christiania di Copenhagen.

Diperkirakan seperempat dari seluruh keluarga di Copenhagen dengan dua atau lebih anak memiliki sepeda macam ini.

Sepeda kargo Denmark juga telah memenangkan beragam penghargaan desain dan menjadi sukses ekspor.

Jalan tol pesepeda

Gaya hidup bersepeda melahirkan banyak fasilitas umum baru yang memanjakan pegowes di penjuru Denmark, terutama di Copenhagen.

Jalur pesepeda juga dibuat dekat dengan pusat transpotasi umum, sehingga penduduk bisa dengan mudah menggabungkan perjalanan gowes dan kereta misalnya.

Tak hanya jalur pesepeda dengan cat khusus di pinggir jalan raya, negara ini juga membangun banyak “jalan tol” dan jembatan khusus gowes.

“Jalan tol” pesepeda ini juga dilengkapi dengan marka jalan yang lengkap plus fasilitan pompa dan tempat istirahat. Tak perlu khawatir diklakson mobil atau motor saat melaju di sini.

Sementara jembatan pesepeda dengan desain yang artistik banyak ditemukan di Copenhagen, seperti; Lille Langebro, The Bicycle Snake, The Inner Harbour Bridge, The Circle Bridge, Bryggebroen, dan Dronning Louises Bro.

Tahun 2022, Denmark terpilih sebagai lokasi start ajang sepeda internasional tahunan, Tour de France.

Sejauh ini, Denmark telah sering mempromosikan tujuh rute bersepeda terbaiknya, yaitu: The Baltic Sea Cycle Route, The North Sea Cycle Route, The Limfjord Route, The Berlin-Copenhagen Route, The Ancient Road, The Fjord Path, dan The Border Route. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya