sidang sabu
SIDANG NARKOTIKA : Suasana sidang vonis dua kurir sabu dengan kepemelikan 4,6 Kg narkotika jenis sabu, berlangsung di Ruang Sidang Kantor Pengadilan Negeri Depok. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dua kurir sabu, Sa (48) dan FS (32) dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup, karena kedapatan memiliki sabu seberat 4,6 Kg lebih. Putusan tersebut, jauh lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang berlangsung di ruang sidang Kantor Pengadilan Negeri Depok, Senin (11/10).

Ketua Majelis Hakim, Fauzi menyatakan, dalam persidangan bahwa tak sependapat dengan tuntutan JPU. Hal ini karena terdakwa punya peran yang signifikan dalam peredaran narkotika. Ini yang menjadi titik berat bagi keduanya.

“Keduanya sudah sering kali mengantarkan dan mengedarkan sabu sehingga meresahkan masyarakat dan telah melanggar program pemerintah dalam pemberantasan Narkotika. Barang buktinya juga sangat banyak, putusan ini bersifat edukatif,” terang Fauzi saat persidangan.

Dalam amar putusan menyatakan Sa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram.

“Sama FS telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar ketentuan hukum yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sehingga keduanya divobis hukuman penjara seumur hidup,” lanjutnya saat membacakan amar putusan.

Perlu diketahui keduanya memiki nomor perkara masing-masing. Sanusi dengan Nomor Perkara 249/Pid.Sus/2021/PN Depok. Lalu, Fajar Setiadi dengan Nomor Perkara 250/Pid.Sus/2021/PN Depok. Keduanya dituntut Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kedua terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram,” jelas JPU Hengki Charles saat membacakan tuntutan.

Dua terdakwa dijerat hukum yang berbeda oleh JPU. Terdakwa Sa di penjara selama 15 tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dan denda sebesar Rp2 miliar subsidair tiga bulan penjara dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

Selanjutnya, hukuman untuk terdakwa FS dengan pidana penjara selama 17 tahun dan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda sebesar Rp3 miliar subsidair enam bulan penjara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

Atas putusan tersebut, melalui penasehat hukumnya dari LBH Sinar Pagi, Sa dan FS menyatakan, pikir-pikir. Hal yang sama juga diberikan kepada JPU dan turut dijawab JPU, pikir-pikir selama tujuh hari.

Dalam agenda pemeriksaan beberapa saksi diketahui, bahwa pada Selasa, 9 Februari 2021 sekira pukul 11.00 WIB, BNN Provinsi DKI Jakarta mendapatkan informasi dari Masyarakat yang menyatakan, akan adanya transaksi Narkotika di sekitar Ciputat, Jakarta Selatan.

Kemudian melakukan penyelidikan dengan cara profiling terhadap ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang biasa digunakan. Lalu sekira pukul 13.00 WIB, Personel Bidang Pemberantasan BNN Provinsi DKI Jakarta melihat Terdakwa Fajar Setiadi dan Sanusi masing-masing sedang mengendarai sepeda motor dengan gerak gerik yang mencurigakan di dekat SPBU Ciputat. Akhirnya membuntuti para Terdakwa.

FS berhasil diamankan di Jl. Abdul Wahab Kelurahan Sawangan Lama, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Saat dilakukan penggeledahan didapati, lima bungkus plastik bening yang berisikan kristal warna putih Narkotika jenis sabu dengan berat brutto keseluruhan sebanyak 511,2 gram yang disimpan pada kupluk pakaian.

Selanjutnya, sekira pukul 15.40 WIB, Personel BNN DKI Jakarta juga berhasil mengamankan Sanusi di Perumahan Metro Parung Blok B4/25 RT.004/RW.007 Kelurahan Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah Sanusi, ditemukan empat ungkus plastik berisikan kristal warna putih Narkotika jenis sabu dengan berat brutto keseluruhan 1.332,96 gram. Keduanya lalu dibawa ke Kantor BNN Provinsi DKI Jakarta untuk diproses lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya membenarkan telah melakukan transaksi Narkotika jenis Sabu di dekat SPBU Ciputat, FS mengaku, masih menyimpan Narkotika jenis Sabu lainnya di rumahnya yang beralamat di Kp. Sengon RT5/9 Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas.

Dari informasi itu, pada Rabu, 10 Februari 2021 sekira pukul 7:25 WIB, Personel BNN Provinsi DKI Jakarta melakukan penggeledahan terhadap rumah Fajar Setiadi dan berhasil melakukan penyitaan sebanyak empat bungkus plastik bening yang berisikan kristal warna putih Narkotika jenis sabu dengan berat brutto keseluruhan 4.646,2 gram atau sebanyak 4,6 Kg sabu. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro