bantuan gubernur
SERAHKAN: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) bersama orang tua almarhum M Kafka, Abdullah Sajad (tengah) didampingi Walikota Depok Mohammad Idris, saat memberikan santunan kematian di rumah almarhum, Kampung Cikumpa RT6/5 Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (16/10). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Baru tiga bulan Muhammad Kafka Firmansyah dan Siti Jahra Anjani sekolah di MTS Harapan Baru Cijantung, Ciamis.  Jumat  15 Oktober 2021, keduanya mengikuti  kegiatan Pramuka yang diikuti 150 siswa, dengan acara susur Sungai Cileueur.

Di tengah kegiatan, tiba-tiba 21 siswa terseret arus air sungai Cileueur di Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Sebanyak 11 orang di antaranya tewas tenggelam, termasuk Muhammad Kafkan Firmansyah dan Siti Jahra Anjani. 10 lainnya selamat.

Kapolres Ciamis, AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan, sebanyak empat saksi telah diperiksa dari lokasi sususr sungai. Wahyu menyebut, kegiatan susur sungai yang dilakukan siswa bukan bagian dari kegiatan pramuka melaikan pihak sekolah.

“Kegiatan susur sungai dilakukan dari madrasah bukan dari kwartir (Pramuka). Mereka turun ke sungai untuk membersihkan sampah,” ujarnya.

Dia menyebut, jumlah peserta susur sungai 150 orang. Para siswa harus melintasi Sungai Cileuer untuk kemabli ke madrasah. “Para siswa itu menyebrang secara bersama-sama dengan saling bergandengan tangan dari arah barat ke timur,” katanya.

Dia menerangkan, berdasarkan olah TKP kedalaman sungai Cileueur, tempat penyebrangan maksimal 70 sentimeter, terdapat banyak batu dan arus sungai relatif tenang. Namun, di sungai itu terdapat muara di arah selatan kedalaman air mencapai dua meter.

Namun ketika para siswa menyeberang aliran sungai, diperkirakan beberapa orang terpeleset. Sehingga mereka saling menarik dan akhirnya sebagian siswa terbawa ke arah muara.

“Kejadian itu masih kemungkinan, karena kita masih menyelidiki dari 150 orang melakukan kegiatan ada 13 orang terpeleset dan hanyut ke muara hingga mereka terjebak di muara,” jelasnya.

Dia menerangkan, dari 13 orang yang terpeleset, dua di antaranya berhasil diselematkan yakni satu siswa dan satu pembina. Tetapi 11 siswa lainnya ditemukan meninggal di muara tersebut.

Menurutnya, rombongan siswa MTs tersebut menyeberangi Sungai Cileueur dari arah barat menuju timur dengan alur sungai kedalaman sekitar 60 sentimeter. Dia melanjutkan, penyeberangan itu dilakukannya secara beruntun hingga saling berpegang tangan karena lebar sungai yang diseberangi sekitar 20 meter.

Kondisi, arus sungai yang mereka seberangi kecil, tenang dan dangkal dengan kedalaman 60 sentimeter. Tapi, kata dia, diperkirakan saat menyeberang ada peserta terpleset dan mereka menarik siswa lainnya.

“Aliran Sungai Cileueur, Leuwi ili memang dulu memiliki sejarah atau cerita nama Cileueur banyak ditemukan batu yang licin atau diinjak bisa membuat terpeleset dan Leuwi Ili, karena dulu ada warga yang bernama ili meninggal dunia tenggelam di leuwi tersebut,” paparnya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan rasa bela sungkawanya kepada keluarga Alm M. Kafka Firmansyah dan menguatkan keluarga agar tetap tabah dan bersabar menghadapi musibah ini. Di Jawa Barat sendiri, dari tewasnya 11 anak, tiga diantaranya warga ciamis sementara dua lainnnya adalah anak Depok.  “Saya selaku Pemprov Jabar dan Walikota Depok turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya anak-anak kita,” ujarnya kepada Radar Depok, Sabtu (16/10).

Kang Emil sapaannya menyebut, disamping menyampaikan rasa duka, dia turut memberikan santunan kematian senilai puluhan juta rupiah. Setidaknya, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Saya memberikan sedikit santunan dari pribadi sebesar Rp25 Juta, mudah-mudahan meringankan. Meski tidak bisa menggantikan, tetapi mudah-mudah dapat meringankan apapun yang sedang dihadapi,” bebernya.

Pantauan Radar Depok, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut turut memberikan santunan untuk korban lainnya di Depok, Alm Siti Zahra. “Tadinya saya akan ta’ziyah juga ke keluarga kedua di Depok. Karena keluarga yang bersangkutan sedang berada di kampung halaman untuk penguburan, santunannya dititipkan ke Ketua RW, untuk diberitahukan dan di follow up di tim saya,” terangnya.

Guna mengantisipasi insiden memakan korban saat susur sungai di masa mendatang, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melarang kegiatan serupa sebelum tersusun aturan atau SOP dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat.  “Setiap satuan pendidikan SMP/MTS se Jawa Barat, saya sudah minta melalui Bupati/Walikota dan Kemenag untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Agar mencegah terjadinya musibah serupa,” ucapnya.

Kang Emil dengan tegas melarang adanya susur sungai di masa mendatang. Lalu, pihak BPBD Jawa Barat juga diminta unthk menyusun sebuah SOP agar kegiatan alam dapat dilaksanakan, tetapi dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan.

“Saya melarang ada susur sungai di masa depan kecuali sudah ada SOP yang jelas dari BPBD Jawa Barat. Kemudian, mereka (BPBD) telah saya arahkan agar berkoordinasi dengan pencinta alam profesional, sehingga kejadian ini tak terulang kembali,” tuturnya.

Dia juga menyesali adanya peristiwa naas yang menelan belasan korban tersebut. Menurutnya, cinta alam itu baik tetapi bagaimanapun urusan nyawa keselamatan keamanan nomor satu. “Saya minta sekolah juga bertanggung jawab dan terus menjadikan ini sebagai hikmah karena kehilangan satu nyawa tidak bisa tergantikan oleh apapun,” tegasnya.

Sementara, Walikota Depok Mohammad Idris yang ikut takziah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dua ananda warga Depok tersebut. Mohammad Idris turut mendoakan, agar keduanya bagian dari syahadah atau mati syahid dalam pandangan Allah SWT.

“Semoga keduanya menjadi dzukhroh permata hati bagi kedua orang tuanya di akhirat kelak dan sekaligus menjadi doa, harapan keselamatan serta kebahagiaan bagi kedua orang tuanya di akhirat kelak,” tandasnya.(daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Fahmi Akbar