vaksin smp
CAPAIAN VAKSIN : Seorang pelajar SMP ketika menerima vaksinasi di salah satu sekolah di Kora Depok. Pemerintah masih melakukan percepatan vaksinasi untuk pelajar SMP ditengah PTM. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Capaian vaksinasi semakin maksimal seiring Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas berlangsung di Kota Depok. Namun kurang lebih 2.752 pelajar tidak bisa terima vaksin, karena penyakit penyerta dan belum berusia 12 tahun.

Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Abdurrahman menjelaskan, ada 2.752 pelajar SMP yang belum terima vaksin karena komorbid atau penyakit penyerta. Bahkan ada beberapa yang belum berusia 12 tahun, sehingga tidak bisa menerima vaksinasi.

“Iya itu jumlah yang belum menerima vaksin. Rata rata memang tidak bisa terima vaksin. Masih bisa hanya beberapa bagian saja,” jelasnya kepada Radar Depok, Minggu (24/10).

Dirinya menuturkan, bagi pelajar yang belum divaksin tapi masih bisa menerima vaksinasi karena sudah berusia 12 tahun dan tidak ada penyakit penyerta akan dilakukan percepatan, agar capaian vaksinasi bisa maksimal, mengingat PTM akan dilanjutkan setelah beberapa waktu lalu dievaluasi.

“Kami akan fokus bagi yang bisa menerima vaksin ya. Ini agar herd immunity dalam lingkungan sekolah semakin terpenuhi, jadi bagi yang tidak bisa menerima tetap merasa aman karena sekitarnya telah divaksinasi,” ungkapnya.

Dari data yang didapatkan Radar Depok dari disdik, pelajar SMP yang telah menerima vaksinasi sebanyak 66.527 pelajar, dari total 69.279 pelajar seluruh Kota Depok, baik negeri maupun swasta. Artinya vaksinasi telah menyentuh angka 95 persen lebih.

Tak hanya itu, Abdurrahman juga menjelaskan, vaksinasi untuk tenaga pendidik semakin memenuhi target. Tercatat hanya sisa 242 tenaga pendidik yang belum tervaksin, yang diantaranya juga memiliki komorbid. Sehingga secara keseluruhan tenaga pendidik yang telah tervaksin hampir 100 persen.

“Total tenaga pendidik 6.138 orang, baik di SMP Swasta maupun SMP Negeri. Yang sudah berhasil divaksin sebanyak 5.896 orang,” beber Abdurrahman ketika dikonfirmasi.

Perlu diketahui, beberapa waktu sebelumnya salah satu pelajar di SMP Negeri di Kota Depok telah terpapar covid 19 dari klaster keluarga sehingga aktifitas PTM diberhentikan hingga satu pekan agar mencegah hal yang tidak diinginkan.

Kejadian ini, membuat pemerintah Kota Depok yang dalam hal ini Satgas Kota Depok melakukan evaluasi menyeluruh terkait PTM. Keputusan dari evaluasi tersebut menyarakan jika PTM akan dilanjutkan dengan standar protokol kesehatan ketat. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro