ilustrasi umrah
ILUSTRASI : Persiapan keberangkatan jamaah dalam menunaikan ibadah di Negeri Arab Saudi, di Kantor Kementrian Agama Kota Depok, Kawasan Bulevard GDC. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kelesuan sedang menghinggapi jasa travel umrah di Kota Depok. Sebab puluhan bahkan ratusan jamaah, belum bisa bertolak ke Arab Saudi guna menunaikan ibadah. Ini buntut kebijakan negeri Arab yang belum memberikan lampu hijau bagi jamaah Indonesia.

Pengurus Daarul Shaafa Tour and Travel, Supadmi Agus memastikan, kini travel yang dipegangnya untuk sementara waktu vakum. Karena belum ada keputusan secara resmi dari Pemerintah Arab Saudi untuk jemaah umroh Indonesia. Hal ini masih buntut dari penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.

“Masih Covid-19 jadi belum mulai jalan. Belum ada lagi yang berangkat,” ungkapnya, Selasa (5/10).

Namun dirinya mengklaim, jumlah jamaah pada travelnya tidak terlalu banyak. Saat ini, pihaknya belum bisa berkoordinasi dengan salah ustad pimpinan di Arab, yang biasa berkoordinasi untuk umrah.

“Kami punya pimpinan ustad disana. Selama Covid-19 belum pernah keluar atau koordinasi jadi sampai sekarang saya belum bisa memastikan,” tegas Supadmi.

Hal serupa juga diungkapkan, Pengelola Travel Umrah Ummul Quro, Kosasih. Iamenyatakan, belum ada keputusan resmi dari Arab Saudi kapan jemaah umroh Indonesia diperbolehkan berangkat. Memang info yang diterimanya Oktober akan ada keputusa karena Pemerintah terus melakukan lobi pada Pemerintah Arab Saudi.

“Jadi sampai saat ini belum ada keberangkatan umroh pak,” katanya kepada Radar Depok.

Ia menjelaskan, memang terkait vaksin jenis sonovac yang telah digunakan di Indonesia telah diperbolehkan Arab Saudi, namun persyaratan yang diberikan secara otomatis jemaah umroh enggan bertolak ke Arab Saudi, itu akibat biaya yang naik secara drastis.

“Jamaah Indonesia yang umroh harus lakukan karantina di 3 negara, pertama Indonesia, lalu negara transit saat berangkat, dan terakhir Arab Saudi. Pastinya akan ada biaya karantina lagi,” beber Kosasih.

Dirinya mengatakan, ada sekitar 150 jamaah di travelnya yang belum berangkat menunaikan ibadah. Sebab seluruh jamaah tidak ingin melakukan penambahan biaya yang nyaris dua kali lipat. Belum lagi waktu yang habis karena karantina sehingga jamaah mengurungkan niatnya untuk beribadah ke tanah suci.

“Kami sudah tawarkan bila belum bersedia untuk mengambil uangnya. Tapi jamaah tidak mau, karena uang tersebut telah dipersiapkan untuk ibadah,” ungkapnya.

Para jasa travel memang sangat berhadap Pemerintah dapat melakukan lobby dengan baik agar kebijakan serta aturan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada jemaah Indonesia bisa lebih longgar, agar keberangkatan umroh bisa dilakukan secepatnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro