PMI
STERILISASI : Petugas PMI ketika menyemprotkan disinfektan di Jalan Margonda Raya tepat depan Polres Metro Depok menggunakan mobil spray khusus dengan muatan disinfektan sebanyak 1200 liter. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejak awal Covid-19 menghinggap. PMI Kota Depok selalu menjaga komitmen menjaga kebersihan setiap lingkungan hingga Jalan Protokol Depok. Tercatat ada 1.200 titik yang telah dilakukan penyemprotan disinfektan dalam kurun waktu satu tahun lebih.

Kepala Markas PMI Kota Depok, Imron Maulana menerangkan, jumlah tersebut mulai dari Maret 2020 hingga Agustus 2021, untuk bulan September 2021 belum masuk rekap data di markas PMI. Penyemprotan tersebut meliputi berbagai titik, baik perkantoran, permukiman, rumah ibadah, hingga sekolah.

“Jadi total ada 1 200 titik yang sudah kami semprot disinfekta, sekitar 2.500 liter disinfektar digunakan. Sehari saja minimal 5 liter dan sudah berjalan setahun lebih.” terangnya kepada Radar Depok, Kamis (7/10).

Dirinya menerangkan, selama pandemi, setiap hari pasukan palang merah ini melakukan penyemprotan disinfektan sebanyak lima hingga delapan titik, yang dimulai dari pukul 10.00 sampai 17.00 WIB. Bahkan bisa menjelang malam sampai seluruh permintaan dari masyarakat selesai.

Penyemprotan yang dilakukan PMI atas permintaan dari masyarakat maupun instansi, baik pemerintah maupun swasta. Namun bukan berarti tanpa inisiatif, beberapa titik di permukiman, sekolah, fasilitas umum berangkat dari kesadaran PMI agar tidak bertambah klaster penyebaran pada titik tersebut, karena menjadi aktifitas masyarakat.

“Yang rutin itu di jalan protokol Depok ya. Biasanya satu minggu sekali di hari jumat kami berkeliling menyemprotkan disinfektan gunakan mobil spray dari PMI Pusat, dibantu dengan aparat hukum,” tutur Imron.

Jumlah disonfektan yang banyak selama melakukan penyemprotan sejak awal pandemi hingga kini, didapat dari bantuan PMI Pusat yang secara rutin menyalurkan disinfektan agar setiap PMI di daerah, termasuk Depok. Setiap persedian menipis, PMI Pusat segera menyuplai dengan jumlah yang besar, misalnya 100 liter.

“Kalau habis nanti disuplai lagi. Alhamdulilah gerakan kami selalu saling dukung dengan PMI Pusat dan PMI lainnya di daerah,” tambah Imron.

Penduduk di setiap permukiman yang dilakukan penyemprotan jumlahnya beragam, ada yang 300 jiwa sampai ada yang 500 jiwa, paling sedikit hanya di perkantoran tidak sebanyak di permukiman warga. Biasanya perkantoran jumlah orang yang aktif beraktifitas sekitar 100 sampai 200 orang.

Imron melanjutkan, jumlah relawan yang diterjunkan pun berbeda, tergantung setiap titik penyemprotan. Biasanya, untuk area perkantoran PMI menurunkan enam relawan, lalu untuk permukiman dan fasilitas umum serta fasilotas sosial paling banyak menerjunkan 10 relawan.

“Yang pasti peralatan yang diturunkan itu semuanya maksimal, dua alat penyemprot manual, mobil bak yang dimodifikasi pakai alat steam, biasanya alat itu untuk di area ruang terbuka,” tandas Imron. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro