PTMT SDN Sukatani 4
PEMBELAJARAN : Guru SDN Sukatani 4 sedang berinteraksi dengan siswanya di hari pertama PTMT di SDN Sukatani 4, Senin (04/10). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Hari pertama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SDN Sukatani 4 berlangsung dengan baik. Namun, ada satu hal yang tidak biasa, yakni respon siswa saat Kembali lagi belajar di dalam kelas.

Kepala SDN Sukatani 4, Nani Heryani mengatakan, tentunya butuh adaptasi lagi untuk siswa bisa menjalani proses pembelajaran di dalam kelas. Karena, sudah 1,5 tahun lebih mereka harus belajar dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Baik itu siswa kelas rendah (I, II, dan III) ataupun kelas tinggi (III, IV, dan VI) butuh penyesuaian diri lagi untuk belajar di dalam kelas. Saat guru di depan kelas mengajak untuk berinteraksi, banyak siswa yang masih terdiam,” ucapnya kepada Radar Depok.

Oleh karena itu, di hari pertama PTMT pihak sekolah tidak langsung memberikan materi pembelajaran, tetapi diajak untuk bersenang-senang dahulu, untuk mengembalikan suasana belajar di sekolah. Jadi, ada pembentukan karakter untuk siswa.

“Mungkin butuh waktu untuk siswa beradaptasi Kembali. Ini adalah hal yang lumrah, karena mereka sudah lama tidak belajar di dalam kelas. Bahkan, mereka juga harus beradaptasi lagi dengan teman kelasnya, terutama untuk siswa kelas I dan II,” terangnya.

Nani menjelaskan, sekarang ini jumlah siswa di SDN Sukatani 4 ada 798 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar (rombel). Selama pemberlakukan PTMT, ada dua sesi pembelajaran. Sesi pertama adalah pukul 07:00 – 09:00, setelah itu dilakukan sterilisasi ruang kelas selama satu jam, dan dilanjutkan dengan sesi kedua, yakni dari pukul 10:00 – 12:00.

Sedangkan untuk teknis siswa datang ke sekolah, SDN Sukatani 4 memanfaatkan dua gerbang sekolah untuk masuk dan keluar. Jadi, siswa kelas rendah masuk dari gerbang utama, dan siswa kelas tinggi masuk dari pintu sampi sekolah. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan di sekolah.

“Setiap belajar di dalam kelas, isi siswanya hanya 50 persen saja. Jadi jika dihitung, selama sepekan siswa belajar di sekolah selama dua hari,” tuturnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya