CASN
SEMANGAT : Para peserta di sesi kedua tes SKD CASN 2021 sedang mempersiapkan diri sebelum memulai ujian, di Gedung Balai Rakyat II, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (5/10). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Usai sudah pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) maupun Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru Kota Depok tahun 2021, di Gedung Balai Rakyat II, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, 2-6 Oktober. Meski posisi ini diperebutkan ribuan orang, nyatanya sebanyak 475 peserta tak hadir dengan tanpa alasan.

Sementara, lima orang peserta Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru juga turut tidak hadir dan langsung dinyatakan gugur oleh panitia seleksi (pansel).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Depok, Novarita mengatakan, jumlah peserta CASN Tahun 2021 di Titik Lokasi (Tilok) Kota Depok sebanyak 3.131 orang. Sementara, 106 peserta PPPK Non Guru direncanakan beradu taji, Rabu (6/10).

“Setelah saya cek, ternyata banyak peserta CASN yang tidak hadir. Jumlahnya 475 orang dan gugur dua orang akibat tidak mematuhi aturan. Kemudian PPPK Non Guru juga. Tanpa adanya konfirmasi atau alasan yang jelas, untuk itu kami berikan tindakan tegas berupa gugur,” ujarnya kepada Radar Depok, Rabu (6/10).

Selanjutnya, terdapat enam peserta CASN yang juga dilakukan penjadwalan ulang atau reschedule lantaran sejumlah halangan. Diantaranya dinyatakan reaktif saat memeriksakan kesehatan melaui Swab PCR dan Rapid Antigen.

“Ada juga yang meminta langsung dengan bersurat ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), sah-sah saja. Rinciannya dua orang dipindah ke Kantor Regional (Kanreg) 5 BKN dan satu orang dijadwalkan ulang di BKN pusat akibat Covid-19, satu orang ke Papua karena minta dipindah, lalu dua lainnya masih dijadwalkan,” bebernya.

Setelah peserta mengikuti SKD maupun Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru berbasis CAT, BKN akan mengumumkan nilai secara langsung atau live score pada kanal Youtube dari sejumlah akun yang tersedia. Nantinya, nilai yang disiarkan secara langsung dapat mempermudah setiap peserta.

“Memang di tahun lalu, kami sediakan TV untuk peserta melihat hasil (tes SKD). Tetapi di tahun ini, dialihkan ke Youtube dengan sistem live score supaya menghindari kerumunan,” ucapnya.

Dikatakannya, untuk dikatakan lulus, para peserta Tes SKD CASN 2021 pada formasi umum perlu mengerjakan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Dengan passing grade 65 untuk TWK, 80 bagi TIU, dan TKP 166.

Sementara PPPK Non Guru, para peserta harus melewati tahap seleksi yang memiliki nilai ambang batas, baik Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural serta wawancara, diharapkan para peserta memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Peserta yang lolos akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), jadwalnya masih belum tau kapan. Yang jelas, setelah SKD selesai di semua titik lokasi se-Indonesia, BKN akan mengumpulkan seluruh Kabupaten/Kota untuk membahas SKB,” tutupnya.

Kuota untuk PPPK Non Guru adalah sebanyak 162 formasi. Jumlah alokasi formasi untuk CPNS sebanyak 182 formasi, terdiri atas tenaga kesehatan sebanyak 58 formasi serta tenaga teknis 124 formasi.

“Nanti harapannya ASN adalah orang-orang yang berkualitas baik kompetensi maupun perilaku. Kalau sekarang ini katanya pinter bodoh sama, rajin males sama gajinya,” tutupnya.

Terpisah, Sementara itu, Koordinator Tes SKD CPNS Titik lokasi (Tilok) Kota Depok, BKN Kantor Regional (Kanreg) Wilayah III Jawa Barat, Herman mengaku peserta CASN ataupun PPPK Non Guru selain mengerjakan soal berbeda, juga pelaksanaan waktunya. “Waktunya berbeda. Untuk PPPK Non Guru diberikan 130 menit, sementara CASN 100 menit,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro