KRL
PERATURAN KRL : Suasana penumpang kereta api di Stasiun Depok Lama. Pemerintah kini memperkenankan anak berusia 12 tahun naik trasportasi kereta api. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Angin segar menghampiri para orang tua yang memiliki anak berusia di bawah 12 tahun, pasalnya PT KAI telah memperbolehkan anak usia 12 tahun bisa menggunakan moda trasportasi perkereta apian, salah satunya jalur KRL Jabodetabek, Kamis (21/10).

VP Corporate Secretary Commuter PT KAI, Anne Purba menerangkan, ketentuan ini sesuai dengan Surat Edaran Satuan Tugas No. 21 tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 dan, Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 89 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19.

“Aturan terbaru ini berlaku untuk KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta – Solo, KA Lokal Merak – Rangkasbitung PP, dan KA Prambanan Ekspres,” terangnya.

Sementara untuk anak berusia di bawah lima tahun (balita) aturannya tidak berubah yaitu dapat menggunakan KRL dan KA Lokal hanya untuk keperluan medis yang disertai dengan surat keterangan atau surat rujukan dari fasilitas kesehatan.

Anne juga mengatakan, bagi perjalanan kereta perkotaan di dalam satu wilayah aglomerasi masih tetap wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi baik dengan scan aplikasi, menunjukkan sertifikat vaksin digital maupun sertifikat dalam bentuk file digital melalui ponsel, namun syarat ini dikecualikan untuk pengguna usia 12 tahun ke bawah yang memang belum masuk usia untuk vaksinasi.

Meski begitu, kapasitas pengguna KRL masih dibatasi. Bagi KRL Jabodetabek masih berlaku 32 persen penumpang. Lalu untuk Kereta Api Lokal kapasitas yang diizinkan tetap 50 persen. “Sehingga KAI akan tetap melakukan antrean dan penyekatan di stasiun-stasiun terutama saat jam sibuk dimana ada potensi kepadatan,” katanya.

Guna menjaga kapasitas di setiap kereta sesuai dengan aturan yang berlaku, KAI Commuter meminta penumpang untuk mengatur rencana perjalanannya dengan memanfaatkan fleksibilitas dalam jam kerja, maupun dengan memanfaatkan informasi kepadatan stasiun yang tersedia melalui aplikasi KRL Access.

Anne menekankan, pengguna tetap diwajibkan menggunakan masker ganda dengan masker medis dilapis masker kain, kemudian mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak aman dengan pengguna. Dengan aturan tambahan lainnya, seperti penumpang dengan bawaan banyak atau besar serta Lansia diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00 hingga 14:00 atau di luar jam-jam sibuk.

Dari data KAI Commuter, tren volume pengguna KRL Jabodetabek beberapa mulai meningkat. Pada Bulan September lalu, volume rata-rata pengguna KRL Jabodetabek per harinya sebanyak 282.427 penumpang. Sedangkan Bulan Oktober ini, volume rata-rata pengguna KRL Jabodetabek per hari naik sebesar 21% menjadi sebanyak 341.945 penumpang per hari. Sedangkan untuk rata-rata volume pengguna pada hari kerja Bulan Oktober ini sebanyak 385.447 penumpang.

“Sementara rata-rata volume pengguna pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur hanya 262.190 pengguna,” ungkap Anne.

Diketahui KAI Commuter mengoperasikan 999 perjalanan KRL jabodetabek per hari mulai 17 Oktober 2021, yang sebelumnya sebanyak 994 perjalanan. Sedangkan waktu operasional tetap berjalan normal mulai pukul 04:00 WIB hingga pukul 22:00 WIB tiap harinya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro