camat tinjau ke SMA Tugu Ibu 1
PELAKSANAAN : Camat Sukmajaya Fery Birowo saat meninjau pelaksanaan PTMT di SMA Tugu Ibu. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – SMA Yaspen Tugu Ibu, secara resmi memulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada hari ini Senin, (04/10). Dalam sistem tersebut, dalam sepekan siswa hanya datang ke sekolah satu hari, selebihnya siswa tetap melangsungkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Koordinator Humas dan Informasi Uni Satgas Covid SMA Tugu Ibu, Dudung mengatakan, PTMT bagi seluruh siswa kelas X ada 288 siswa yang tersebar di 16 kelas, per kelas 18 siswa atau 50% dari jumlah seluruhnya.

“Dalam pelaksanaan PTMT, SMA Tugu Ibu sudah menerapkan Protokol Kesehatan sesuai SOP dan Surat Edaran dari Walikota Depok,” ucapnya.

SMA Yaspen Tugu Ibu juga telah melengkapi sarana prasarana (sarpras) pendukung dalam penerapan protokol kesehatan. Seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu, hand sanitizer, partisis meja belajar, ruang isolasi, petugas PMR, mendia informasi tentang prokes, video simulasi, dan SOP PTMT yang telah disosialisasikan ke seluruh siswa dan orang tua.

Di hari pertama PTMT, SMA Tugu Ibu mendapatkan kunjungan inspeksi mendadak (Sidak) Camat Sukmajaya, Fery Birowo di dampingi Tim Satgas Covid dari Pemkot Depok. Dalam sidak tersebut, camat meninjau pelaksanaan PTMT dan sekaligus memberikan masukan-masukan terkait pelaksanaan prokes dalam PTMT.

“Secara keseluruhan Camat memberikan apresiasi yang baik terhadap pelaksanaan protokol kesehafan dalan PTMT di SMA Tugu Ibu,” jelasnya.

Kepala SMA Tugu Ibu, Catursas menjelaskan, setelah evaluasi singkat ada beberapa hal yang menjadi perhatiannya, terutama dalam penerapan prokes. Pertama ketika datang ke sekolah masih ada siswa yang kebingungan ketika mencari kelasnya masing-masing, lalu  kebiasaan berdekat-dekatan dan mengobrol sebelum masuk kelas, serta kesulitan pengaturan jarak ketika pulang sekolah saat menunggu jemputan orang tua dan kendaraan online. Namun berkat kesigapan Satgas dan Satpam Sekolah, perlahan-perlahan bisa terkendali dan normal kembali.

“Semoga di hari selanjutnya bisa lebih terkendali seiring, dengan semakin meningkatnya kesadaran siswa serta kedisiplinan dalam menerapkan prokes,”  ucapnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya