newcastle united dijegal
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – 18 klub Liga Inggris sepertinya ingin menjegal masuknya dana perusahaan dari Arab Saudi ke Newcastle United dengan membuat kesepakatan membekukan sementara aturan yang membolehkan perusahaan yang terkait dengan pemilik klub masuk sebagai sponsor.

Dilaporkan Sky Sports, keputusan itu diambil pada Senin (18/10) dalam rapat darurat antara klub-klub Premier League. Klub-klub tersebut sebelumnya merasa kecolongan dengan akuisisi Newcastle oleh Public Investment Fund (PIF), PCP Capital Partners, dan RB Sports & Media senilai 305 juta Pound.

Dengan 80 persen saham Newcastle dimiliki oleh PIF, muncul kekhawatiran The Magpies akan mendapat kucuran dana melimpah dari Arab Saudi berkat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan plat merah dari sana, yang bisa membangun Newcastle menjadi tim tangguh di Inggris.

Oleh sebab itu ada ide untuk membekukan sementara aturan tersebut yang akan berlaku selama sebulan. Dari 20 klub Premier League, hanya Newcastle yang menolak ide ini. Manchester City abstain, sisanya setuju.

“Jika kami tak memberlakukan larangan ini, tak ada yang bisa menghentikan Newcastle dalam menjalin kerja sama, misalnya kesepakatan senilai 100 juta Pound untuk hak nama stadion dengan perusahaan Arab Saudi yang terkait dengan pemilik klub. Jika sampai mendapat uang segitu, mereka bisa menggunakannya untuk membeli pemain di Januari nanti dan bisa mengakali aturan financial fair play di negara ini,” ujar salah satu eksekutif di Premier League yang tak disebut namanya.

Pembekuan sementara ini diyakini adalah upaya baru untuk menjegal Newcastle menjadi kekuatan baru Premier League. Sebab, selama dimiliki oleh Mike Ashley, Newcastle pun disponsori oleh Sport Direct, sebuah perusahaan retail yang dimiliki Ashley. Namun tak ada protes terkait hal tersebut.

Proses akuisisi Newcastle dari tangan Ashley juga diketahui berlangsung rumit, bahkan Konsorsium Arab Saudi sempat mundur pada pertengahan tahun lalu karena proses uji kelayakan pemilik yang berbelit-belit, yang diyakini karena klub-klub Premier League menentang hal tersebut.

Lebih dari setahun kemudian, tepatnya di bulan Oktober, akuisisi itu akhirnya diberi lampu hijau setelah mendapat jaminan bahwa pengambil keputusan bukanlah pihak Kerajaan Arab Saudi. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya