ilustrasi DBD
DOK RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Depok terjadi penurunan, dari Juli menuju Agustus 2021. Selisih 102 kasus. Turunnya kasus tersebut dilatarbelakangi meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Umi Zakiati mengatakan, selama Juli terjadi 407 kasus DBD di Kota Depok. Angka ini menjadi yang terbanyak sejauh ini. Kurun 2021.

“Kemudian, mengalami penurunan di Agustus menjadi 305 kasus. Alhamdulillah, Semoga kesadaran masyarakat untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah baik,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (03/10).

Kata dia, pada Agustus tersebut, kasus tertinggi disumbang dari dua wilayah, yaitu Kecamatan Beji dan Kecamatan Cimanggis dengan 59 kasus. Disusul oleh Kecamatan Pancoranmas 54 kasus dan Tapos 47 kasus DBD.

“Untuk bulan September masih ada beberapa fasilitas kesehatan (faskes) belum laporan. Jadi belum selesai rekapitulasinya,” bebernya.

Pihaknya sudah melakukan monitoring terhadap laporan kasus dari puskesmas, rumah sakit, juga fasilitas layanan kesehatan swasta. Dengan tujuan kasus DBD di Depok dapat terus terpantau.

Kami terus melakukan penanganan kasus DBD. Selain juga sudah menginstruksikan puskesmas dan RS untuk menangani pasien DBD sesuai kewenangan dan standar operasional prosedur (SOP),” tuturnya

Dia mengungkapkan, sinergisitas dengan puskesmas dan RS dilakukan agar penderita DBD dapat memperoleh pengobatan secara tepat. Sehingga masyarakat dapat terbebas dari penyakit tersebut.

Dinkes Kota Depok juga memberi imbauan kepada masyarakat melalui kelurahan dan kecamatan dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, seperti menguras tempat yang sering dijadikan penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air. Juga memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti

“Kami juga melakukan pemeriksaan jentik berkala (PJB), larvasidasi di wilayah masing-masing dengan pelaksanaan foging fokus pada wilayah yang ditemukan kasus DBD,” jelasnya.

Dia pun berharap dengan berbagai langkah yang dilakukan dapat meminimalisir kasus DBD di Kota Depok. Tentunya dengan kontribusi dari masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. “Perlu dukungan dan kontribusi dari masyarakat dengan perilaku hidup bersih serta tetap menjaga lingkungan,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro