lapak
WARGA BANTU WARGA : Suasana ketika masyarakat mengambil kebutuhan perlengkapan sekolah yang diinisiasi Pemuda Artima Depok melalui aksi Lapak Seragam Sekolah Gratis yang digelar di Jalan Raya Bahagia, Kecamatan Sukmajaya. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Milenial Kota Depok tampaknya terus melakukan gerakan nyata dalam membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19, terlebih dunia pendidikan akan kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sehingga perlengkapan sekolah juga harus dipersiapkan, mulai dari seragam, sepatu, hingga tas.

Hal ini yang menginisiasi Pemuda Artima Depok membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah untuk sang anak. Secara gratis perlengkapan seragam sekolah disajikan secara gratis bagi masyarakat Depok yang membutuhkan.

“Jadi ada sisi yang terlihat, kebutuhan perlengkapan sekolah. Banyak masyarakat yang tidak bisa sekolah karena belum ada seragam. Alasannya sudah tidak muat lagi,” jelas Koordinator Pemuda Artima Depok, Akbar Surya.

Dirinya mengatakan, ada delapan karung yang berjumlah ratusan pasang dijajakan di beberapa titik Kota Depok agar masyarakat yang kurang beruntung perekonomiannya bisa terbantu. Semuanya hasil dari masyarakat yang sukarela menyumbangkan seragamnya yang sudah tidak muat dan tidak terpakai.

“Alhamdulilah antusias masyarakat menggambarkan ada yang membutuhkan perlengkan sekolah. Jadi bukan semata vaksin atau kesehatan, percuma kalau tidak ada seragam pasti tidak boleh masuk,” terangnya kepada Radar Depok.

Aksi kemanusiaan yang bernama Lapakan Seragam Sekolah Gratis mulai bergerak dari 4 Oktober 2021 di Jalan Jasawarga, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya. Melihat antusias masyarakat akan kebutuhan tersebut. Pasukan muda mudi ini kembali menggelar pada 5 oktober di Jalan Bahagia Raya, Kecamatan Sukmajaya.

“Hari pertama 3 lebih habis. Hari kedua hampir 5 karung habis. Totalnya ada ratusan barang, ada tas, sepatu, boneka, sama seragam sekolah,” bebernya.

Akbar melanjutkan, perlengkapan tersebut berasal dari warga yang peduli kepada warga lainnya untuk dapat saling bantu di masa pandemi. Jadi aksi ini hanya sebagai ruang untuk warga yang ternyata sangat peduli.

Ia berharap, adanya gerakan kemanusian sesama warga untuk terus berjuang melewati pandemi. Sehingga dapat saling meringankan kebutuhan warga lainnya. Hal ini pasti sangat dinantu setiap masyarakat yang kurang beruntung dalam hal ekonomi.

“Semua bisa melakukannya, asal ada kemanuan dan merawat jiwa kemanusia. Jadi konsepnnya warga bantu warga, karena kita juga mahluk sosial yang harus saling bantu satu sama lain,” tandasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro