aiptu warsito lanjutan
Aiptu Warsito

Menjadi Polisi bukanlah cita-cita Warsito sedari kecil. Namun, dikala melihat pendaftaran instansi tersebut, dirinya langsung tancap gas mengasah diri dan kemampuan setelah sibuk menjadi kuli bangunan. Hingga akhirnya berhasil menjadi bagian di dalamnya pada 1997.

Laporan : Daffa Andarifka Syaifullah

RADARDEPOK.COM, Di sela-sela pekerjaan, Warsito yang saat itu berumur 21 tahun mendapatkan informasi kalau Kepolisian RI tengah membuka pendaftaran bagi calon anggota. Menganggapnya sebagai peluang, sejumlah persiapan dilakukan.

Mulai dari latihan fisik dengan berlari di sekitar Cilodong sejak pagi sampai sore hari. Waktu malam dimanfaatkan untuk belajar materi, menghadapi tes akademik secara otodidak.

“Waktu persiapan itu, saya masih jadi kuli bangunan di Cilodong. Belajar dan tes fisik ya otodidak semua,” kata Warsito saat ditemui di ruangannya.

Akhirnya, hari pelaksanaan tes pun tiba, tepat Januari 1997, Warsito berangkat menuju Komando Daerah Kepolisian (Komdak, sekarang jadi Polda Metro Jaya) di Jalan Jendral Sudirman No.55, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Saat tes ke Polda naik angkot dari Cilodong ke Cijantung. Lalu naik bus dari Cijantung ke Polda, begitu juga saat pulangnya naik kendaraan umum,” ucapnya.

Selama enam bulan, Warsito dengan tekun, dan fokus mengerjakan ujian kepolisian disertai tawakkal atas apa yang sudah menjadi ketentuan sang ilahi. Pengumuman yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba.

“Alhamdulillah saya gak nyangka bisa lolos, padahal dari kecil gak ada cita-cita jadi polisi. Bahagianya bukan main, di Agustus 1997 saya putuskan untuk berhenti menjadi kuli bangunan. Lalu, Oktober 1997 mulai masuk pendidikan,” tuturnya.

Pasca pendidikan, penempatan pertama Warsito menjadi anggota di Polres Metro Depok, Satuan Sabhara pada 1998. Kebetulan, krisis moneter kala itu sedang pecah, termasuk di wilayah Kabupaten Bogor yang kini menjadi Kota Depok.

“Di Pengendalian Masyarakat itu, tugasnya tetap mengayomi masyarakat walaupun ditimpuki yasudah kita ikhlas saja. Tiap hari itu krismon ada demo, dan penjarahan, tetapi saya gak takut karena kalau punya prinsip hidup tidak ada takutnya,” bebernya.

Empat tahun dia menjadi anggota satuan tersebut sampai 2002 dengan pangkat Sersan Dua (Serda). Setelahnya, berbagai satuan dan posisi pernah dirasakan. Seperti Unit Identifikasi Polrestro Depok selama enam tahun dengan pangkat Sertu, Unit Intelkam di Polsek Sukmajaya juga selama enam tahun dari 2008-2014 dengan pangkat Serka, Anggota Seksi Umum (Sium) 2014-2017 dengan pangkat Bripka, Aipda, dan Aiptu.

“Setelah itu saya tugas sebagai Panit Bhabinkamtibmas 2017-2018, Kasi Umum 2018-2019, dan Kasi Humas 2019-sekarang. Paling lama itu di Unit Identifikasi dan Intelkam,” tandasnya. (Bersambung)

Editor : Junior Williandro