aiptu warsito
PEDULI : Kasi Humas Polsek Sukmajaya, Aiptu Warsito bersama sang istri yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, sedang memberikan vaksinasi kepada seorang lansia secara door to door beberapa waktu lalu. ist

Menjadi seorang abdi negara yang bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, memang tak mudah dilakukan. Apalagi kalau bukan didasari ketulusan hati dan prinsip keteguhan diri. Warsito, yang kini menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Humas Polsek Sukmajaya menaruh harapan pada profesinya agar selalu bisa menebar manfaat bagi masyarakat luas.

Laporan : Daffa Andarifka Syaifullah

RADARDEPOK.COM, Menggeluti bidang humas menjadi hal baru untuknya. Diperlukan adaptasi dengan belajar banyak hal baru. Bagaimana tidak, tugasnya kini sebagai pemerataan informasi di lingkungan Polri, menyelenggarkan peliputan, monitoring produksi, dan pembuatan dokumentasi semua pemberitaan.

Perlahan tapi pasti dia mulai mencoba mengambil foto maupun video dari ponsel pintarnya. Acapkali, tak segan-segan bertanya kepada rekan-rekan wartawan cara mengabadikan momen yang baik dan benar, seperti teknik dan menentukan sudut pandang.

Dulu saya belajar otodidak, gimana caranya ambil foto dan video. Nah kalau angle diajarin sama wartawan senior, untuk editing video juga belajar sendiri pakai aplikasi di ponsel, Alhamdulillah sekarang sudah paham caranya,” ujarnya sambil menunjukan salah satu karyanya berupa video.

Memasuki masa merebaknya pandemi Covid-19, tugas kepolisian kian bertambah, mengayomi masyarakat bukan hanya mengatasi keamanan dan ketertiban saja. Tetapi juga berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan wabah virus Korona, serta memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Dalam penanganan Pandemi Covid 19, dibawah arahan dan pimpinan Kapolsek Sukmajaya, AKP Syafri Wasdar, dia juga ikut aktif dalam penanganan Covid-19. Misalnya dengan mengimbau kepada masyarakat untuk menjalani Protokol Kesehatan, penyemprotan Disinfektan, Testing Swab antigen kepada warga kontak erat, pembagian masker dan pembagian sembako. Selain itu bersama istri tercinta yang merupakan tenaga kesehatan, aktif dalam vaksinasi, bahkan melakukan door to door dengan mendatangi rumah Lansia dan disabilitas

Kebetulan istri juga sebagai relawan vaksin. Jadi kalau dia sedang tidak bekerja di rumah sakit, saya ajak dia untuk ikut keliling vaksinasi ke rumah-rumah warga. Alhamdulillah jiwa sosialnya tinggi,” bebernya.

Pernah satu ketika, Warsito bersama sang istri pergi menuju kediaman warga disabilitas yang telah memasuki masa senja untuk divaksin. Sebelum itu, tentunya harus melewati proses skrining atau pemeriksaan kesehatan, tiba-tiba lansia tunawicara tersebut menangis, sontak membuat seluruh yang berada disitu terenyuh. “Dia (lansia) itu nangis karena gak bisa divaksin, tensinya tinggi pas skrining. Saya bilang, sabar ya bu nanti Insya Allah coba lagi dan didoakan supaya sehat selalu,” tuturnya.

Selama bekerja di bawah instansi kepolisian, terdapat empat prinsip yang dipegang teguh olehnya sebagai bekal dan modal agar tak terjerumus ke dalam hal-hal mudharat. Pertama, hidup itu indah, kedua, sebagai manusia harus bermanfaat bagi orang lain, ketiga yaitu kerja cerdas adalah kerja ikhlas, dan terakhir jangan lupa bersyukur untuk mencari Ridha Ilahi.

Empat prinsip itu terus saya pegang sampai saat ini dan seterusnya. Lalu, saya bangga jadi polisi. Kenapa? Karena buat saya itu menjadi kebanggan tersendiri, apalagi saat kita membantu masyarakat, dan mereka tersenyum, itu gak bisa tergantikan oleh apapun.” Ucapnya.

Sekarang ini, Aiptu Warsito tinggal di wilayah Kelurahan/Kecamatan Cilodong bersama sang istri dan kedua anakanya. Dirinya mengenal bidadari surganya dan menjalin hubungan sebelum menikah selama tujuh tahun, umurnya pun terpaut delapan tahun. Bahkan dia mengikuti pembelajaran di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Daerah Cilodong untuk menyiapkan diri sebagai khalifah rumah tangga.

Bahagia saya sama istri dan anak-anak. Saya punya pedoman kalo sama pasangan saya dapat kamu, saya bersyukur. Kamu dapat saya, ya bersyukur, udah klop. Gak usah dibahas plus minusnya. Pokoknya sama sama bersyukurnya ini udah takdir kita berjodoh yaudah sama sama bersyukur, plus minusnya gak usah diomongin,” tandasnya. (*)

Editor : Junior Williandro