baju sekolah diserbu
JELANG PTM : Suasana Toko Hendra Pasar Agung Sukmajaya saat disambangi orang tua murid untuk membeli seragam sekolah jelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Depok. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penjual seragam sekolah sedang diburu para orang tua murid. Pasalnya Kota Depok akan menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), salah satunya Toko Hendra, di kawasan Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (3/10).

Salah satu penjaga Toko Hendra, Nining menjelaskan, dalam tiga hari belakangan tokonya selalu diramaikan pembeli, baik yang mencarinseragam sekolah, sepatu, tas, hingga peralatan sekolah lainnya. Waktu pandemi yang hampir berjalan satu tahun lebih membuat seragam sudah tak muat untuk di pakai.

“Alhamdulilah, sudah tiga hari banyak pembeli, karena memang Depok mau langsungkan sekolah secada langsung bukan online lagi,” jelasnya kepada Radar.

Dirinya melanjutkan, seragam yang jual mulai dari SD sampai SMA hingga Pramuka. Untuk harga, masih dalam taraf normal, satu pasang seragam baju dan celana dipatok mulai Rp 55 ribu hingga Rp 85 ribu. Biasanya harga yang paling mahal itu di SD karena permintaannya yang cukup banyak.

“Iya karena SD itu dari kelas 1 sampai 6. Jadi banyak yang cari di sini. Terus juga kalau SD lebih cepat tidak muat karen pertumbuhan anak SD cepat,” beber Nining sambil melayani pembeli.

Ia menambahkan, dalam satu harus minimal bisa terjual 50 pasang baju sebab setiap orang tua beli seragam minimal dua pasang, kadang seragam SD merah putih dan pramuka karena sudah menjadi satu paket. Namun, untuk seragam SMP dan SMA tidak begitu banyak pembelinya.

“Biasanya yang keluar hanya 10 hingga 20 pasang seragam,” tambahnya.

Keuntungan menjelang PTM bukan hanya menyasar pada pedagang baju, tapi imbasnya pada tukang parkir toko Hendra. Al Azray mengutarakan, dalam satu hari bisa meraup Rp300 ribu sejak gonjang ganjing PTM mulai bergulir di masyarakat. Namun yang paling banyak dalam beberapa hari belakangan ini.

“Meningkat drastis, sekarang sehari bisa Rp300 ribu. Alhamdulilah banget bisa bawa pulang ke rumah lumayan,” jelas Zay panggilannya.

Ia mengatakan saat pandemi dalam satu hari hanya mendapat Rp20 sampai Rp30 ribu, sehingga hanya cukup untuk makan satu kali yang diberikan ke keluarganya.

Menurut Zay, masuknya anak sekolah membawa keberkahan untuknya maupun keluarganya sebab dari keramaian pembeli seragam sekolah bisa memberikan makan sampai dua hingga tiga kali.

“Membawa berkah sudah pasti ya. Semoga bisa terus berlanjut ya, karena kalau anak masuk sekolah selalu ada rezeki yang masuk dari parkir, seperti dulu. Minimal sehari Rp100 ribu,” tutupnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro