boks sampah
MILENIAL PRODUKTIF : Muda Mudi Saung Singgah Kreatif ketika memilah sampah di lokasi Saung Singgah Kreatif, Kecamatan Sawangan. ARNET/RADAR DEPOK

Berawal dari Saung Singgah Kreatif. Muda mudi yang ada disana memanfaatkan setiap waktu dengan berguna. Sadar akan kebersihan pada alam Kota Depok, pasukan milenial ini diajak kolaborasi organisasi lingkungan dunia WWF sampai Pemerintah Kota Depok dalam menangani sampah untuk memberikan pesan penting pada masyarakat.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM, Semua kolaborasi dengan organisasi tingkat internasional, sampai dilirik Pemerintah Kota Depok untuk diberikan ruang eksplorasi keahlian di bidang sampah, tampaknya bukan kebetulan semata. Tapi lebih pada kegigihan dan kepedulian yang mendalam akan sampah di Kota Depok.

“Alhamdulilah sekali, kita diberikan ruang dan kepercayaan untuk bersama mengedukasi tentang pemilahan sampah,” kata salah satu anggota Saung Singgah Kreatif, Afrizal Akbar kepada Radar Depok ketika berbincang.

Pasukan Saung Singgah Lreatif dilirik karena konsisten dan komitmennya dalam dunia kebersihan. Dalam beberapa tahun terakhir memang sekitar 20 mua mudi secara sukarela memilah sampah sampai mngedukasi masyarakat untuk menghindari sampah di kantong plastik.

Hal ini yang membuat mereka dilirik WWF Indonesia. Kata Afrizal ada dua Kota besar yang dipilih, yaitu Depok dan Bogor. Selama delapan hari mereka di Depok untuk mengedukasi masyarakat program plastic smart cities, yang mana penggunaan kantong sampah plastik diubah secara perlahan menggunakan kantong ramah lingkungan.

“Ada 3 kecamatan dan 9 kelurahan, setiap kelurahan ada 10 rumah tangga yang kita ambil sampahnya selama 8 hari,” ungkapnya kala itu.

Sampah yang diambil, nantinya akan data soal produksi sampah dan jenis sampahnya untuk disampaikan ke pemerintah kota sebagai data awal. Ini menjadi permulaan Pemerintah Kota mempercayakan pasukan Saung Singgah Kreatif untuk turun ke rumah tangga.

“Kami berharap adanya program ini, bisa dijadikan progran serius pemerintah soal kebersihan. Di Bogor sudah deklarasi,” jelas Afrizal.

Program plastic smart cities memanf terus berjalan ke permukiman masyarakat di Kota Depok. Saat ini telah diberikan rerkait data sampah ke Pemerintah Kota untuk dipelajari jenis sampah plastik, agar dapat dikelola menjadi lebih bermanfaat.

Saung Singgah Kreatif secara sukarela menggaungkan edukasi sampah plastik yang bukan semata menjadi ancaman lingkungan di masa mendatang, jika dapat dikelola dengan baik.

“Tentunya kita juga butuh dukungan, bertukar ide, sampai lainnya, biar edukasi bisa berjalan secara maksimal. Yang nantinya masyarakat telah mengetahui sampah plastik, untuk dipilah hingga dikelola,” tutupnya. (*)

Editor : Junior Williandro