boks anak pelawak iskak fix
INSPIRATIF : Kurniati (59), saat mendampingi muridnya perpisahan di Taman Wiladatika Cibubur.

Siapa tak kenal Iskak Darmo Suwiryo. Pelawak senior Indonesia. Begitu klop kala berpasangan dengan Ateng diberbagai acara. Pada masanya. Ternyata anak-anak Iskak tidak ada yang melanjutkan profesi sang ayahnya.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM, Saat pandemi Covid-19 berbagai kegiatan memang dibatasi. Termasuk kegiatan pendidikan. Namun, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dilaksanakan dengan berbagai aturan. Saat, perpisahan yang dilakukan di Taman Wiladatika Cibubur anak-anak tampak kompak mengenakan seragam dengan nuansa pink dan dengan raut wawah yang bahagia walau tertutup masker.

Kurniati dengan sabar mengemong anak-anak tersebut. Dia putri Iskak yang tak bisa berkomedi. Tidak terjun pula di dunia sang ayah.

Iskak dan Ateng memang merupakan pelawak yang begitu terkenal di eranya, lawakannya yang menghibur membuat mereka digemari oleh masyarakat.

Iskak yang memiliki empat orang anak ini, ternyata tidak ada yang memilih meneruskan jejak ayahnya di dunia hiburan. Seperti halnya, Kurniati (59) anak ketiga Iskak, yang lebih memilih terjun ke dunia pendidikan.

Dalam perbincangan siang itu, Kurniati bercerita tentang kisah hidup dan profesi yang dijalaninya hingga kini.

Memang semasa hidup sang ayah, sangat ingin empat orang anaknya ini terjun ke dunia seni. Seluruhnya sempat mencoba peruntungan di dunia tersebut, tetapi memang nasib berkata lain. Akhirnya empat anaknya memilih jalur sesuai hobi dan kemampuannya masing-masing.

Termasuk Kurniati, yang mencoba masuk ke dunia seni musik dan membentuk sebuah band bersama kakak dan adiknya dengan nama Iskak Junior. Tetapi akhirnya lebih tertarik ke dunia pendidikan dengan tekadnya.

“Pak Iskak memang ingin anaknya di dunia seni, tetapi Ibu maunya di pendidikan dan saya lebih tertarik mengajar,” ucap anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Sejak masih gadis, perempuan yang ditinggal di Kampung Tipar RT3/9, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis ini, di tahun 1980 dirinya telah mendirikan sebuah Taman Kanak-kanak (TK) Nurul Ikhwan.

Karena baginya, ilmu yang dimiliki harus dibagikan kepada generasi penerus bangsa. Ilmu yang disebarkan juga akan menjadikan pahala yang berlipat ganda, karena menjadi pendukung untuk mencerdarkan anak-anak.

Tidak sampai disitu saja, Yayasan Nurul Ikhwan yang dibentuk melahirkan tiga sekolah TK yang dikelolanya. Dirinya ingin memberikan banyak manfaat untuk sesama.

Dia ingat betul, sebelum ayahnya kembali ke kehidupan yang lebih kekal pada 2000 silam, ayahnya selalu berpesan kepada semua anak-anaknya untuk menjadi orang yang berguna bagi sesama. (*)

Editor : Junior Williandro