lanjutan boks anak iskak
KENANGAN : Kurniati bersama sang ayah dalam memori foto lama. Dok Pribadi

Bukan hanya sekedar berkecimpung di dunia pendidikan. Nyatanya Kurniati begitu totalitas mengabdi selama puluhan tahun, ditambah dengan jiwa sosialnya yang memang tidak perlu diragukan lagi.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM, Putri ketiga dari pelawak senior Iskak ini, memang sudah mendirikan sebuah yayasan yang bernama Yayasan Nurul Ikhsan sejak tahun 1980. Awalnya hanya membawahi satu TK saja. Dengan kerja keras dan memberikan separuh jiwanya untuk mengabdi, lambat laun sekolah yang dimiliki kian bertambah.

Dari satu sekolah menjadi tiga sekolah, dengan nama TK Nurul Ikhsan, TK Nurul Ikhsan 2 dan juga TK Islam Kurnia.

Pada mulanya, sekolah yang dibangun ini memang untuk sosial. Karena Iskak selalu berpesan kepadanya, untuk tidak boleh dikormersilkan.

Tetapi, tentunya demi menopang perekonomian keluarga, TK ini tetap berjalan seperti biasanya, namun tetap didominasi dengan aksi-aksi sosial.

Seperti yang kita tahu, bahwa kini masuk sekolah TK bisa berjuta-juta. Namun, di yayasan milik putri ketiga Iskak hanya Rp700 ribu sudah mendapat segaram dan buku paket selama satu tahun pelajaran serta Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

“Bahkan, kami berikan gratis bagi anak yatim yang bersekolah di yayasan kami. Untuk anak buruh cuci, tukang ojek juga hanya membayar setengah dari ketetapan,” ucap perempuan berusia 59 tahun ini.

Ini memang dibuat dengan tujuan sosial, baginya biar bagaimana pun semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Sehingga, perempuan yang pernah membuat band Iskak Junior ini berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mewujudkan mimpi anak-anak melalui pendidikan.

Disamping itu, kecintaannya terhadap anak-anak juga menjadi salah satu pendorong untuk dirinya membuat hal seperti ini. Yang menyedihkan, puluhan tahun menjalin rumah tangga, perempuan berhijab juga belum dikaruniai buah hati hingga saat ini. Dirinya tak menyalahkan Tuhan, dirinya terus berikhtiar, hingga akhirnya memutuskan untuk mengadopsi tiga anak dari keluarga yang kurang mampu.

“Anak-anak ini saya ambil dari keluarga yang kurang mampu, dan anak korban pemerkosaan, untuk saya bersarkan dengan layak. Dan ada juga satu janda yang ikut tinggal bersama saya,” jelas perempuan yang tinggal di Kampung Tipar, Kelurahan Mekarsari.

Dirinya tak pernah hitung-hitungan, baginya seluruh kebaikan yang selalu diberikan justru akan membawanya dalam keberkahan. (*)

Editor : Junior Williandro