boks anak iskak
KOMPAK : Pelaksanaan manasik haji dari TK kaurnia Yayasan Nurul Ikhsan, yang berlokasi di Brimob Kelapa Dua beberapa waktu lalu.

Berbagai kegiatan sosial yang dilakukan oleh putri ketiga pelawak Iskak kepada yatim dan orang-orang tidak mampu, nyatanya malah membuat dirinya harus memikul beban yang cukup berat.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM, Mendirikan yayasan dan sekolah TK telah dilakukan sejak dia masih gadis. Kecintaannya terhadap dunia pendidikan, dan ingin anak-anak mendapat pendidikan yang layak, membuat dirinya membuat berbagai aksi sosial agar anak-anak bisa bersekolah.

Mulai dari uang masuk sekolah yang terbilang murah, potongan harga bagi masyarakat tidak mampu, hingga gratis uang pangkal dan SPP bagi anak-anak yatim. Serta mengadopsi anak tidak mampu dan janda yang membutuhkan.

Nyatanya, kebaikannya ini dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab, dengan berkedok kerja sama untuk membantu pedagang yang membutuhkan.

Dibenaknya saat itu, hanyalah untuk membantu sesama dan menganggap semua orang adalah baik. Perempuan berusia 59 tahun ini akhirnya, menyerahkan sertifikat rumah dan TK-nya kepada oknum tersebut.

Tak disangka, nyatanya orang tersebut membalik nama sertifikat dan meminjam uang senilai Rp850 juta kepada bank. Hingga akhirnya, Kurniati didatangi oleh pihak bank dan harus meninggalkan rumah dan TK miliknya.

Sedih dan terpuruk sudah pasti dirasakan. Bahkan merasa seperti mimpi buruk disiang bolong. Tetapi ini nyata. Dia harus keluar dari rumah dan TK yang dibagun dengan penuh perjuangan.

“Tidak sampai disitu, saya juga harus menyicil utang tersebut yang kini sudah berbunga hingga Rp1 miliar kepada bank,” ucap personel Iskak Junior ini.

TK-nya pun terpaksa harus mengontrak, agar tetap bisa berjalan dan murid-muridnya bisa melanjutkan pendidikan dengan layak.

Tidak hanya berpangku tangan dengan keadaan, dirinya mencoba bangkit dari keterpurukan yang dialaminya. Dengan lebih semangat dalam bekerja, mempromosikan dua TK-nya yang masih beroperasi agar murid-muridnya bisa bertambah banyak.

“Dengan begitu, setidaknya bisa menopang hidup bagi keluarga kami,” jelas perempuan berhijab sambil menitikan air mata.

Karena yayasan ini merupakan wasiat orang tua dan harus tetap dijalankan. Dia bertekad akan melakukan apapun untuk mempertahankan yayasannya tersebut dan membantu sesama yang membutuhkan.

Baginya ini ujian yang menjadikan pelajaran, agar kedepannya dia lebih bijak dan tidak mudah percaya dengan orang lain. (*)

Editor : Junior Williandro