MTS Alhidayah Sukatani Maulid Nabi
HARI BESAR ISLAM: Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Hidayah Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Hari Santri Nasional. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Hidayah Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Hari Santri Nasional, secara Online dan Offline.

Kepala MTS Al-Hidayah Sukatani H. M. Arifin menuturkan, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan pembacaan surat Yasin, Ratib Al Attas, pembacaan Asmaul Husna, serta pembacaan Maulid Nabi, dan diisi Qiroatul Quran.

Dihadiri para guru MTS Al-Hidayah Sukatani, dan siswa-siswi Kelas IX.

“Perayaan Maulid Nabi ini guna meneguhkan rasa cinta kita terhadap Nabi Muhammad SAW. Kecintaan kepada utusan Allah SWT, harus melampaui kecintaan kita kepada segalanya,” ungkap Arifin.

Oleh karena itu, untuk mempertahankan kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW, Maulid Nabi menjadi salah satu pengingat kita untuk selalu memegang teguh prinsip tersebut.

“Kita dapat meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam hal kesabaran, keteguhan hati, dan terutama perjuangannya di jalan Allah SWT,” terangnya.

Kemudian, semua sifat Nabi Muhammad SAW perlu dan wajib untuk diteladani. Nabi Muhammad SAW seperti sosok sempurna cerminan Alquran yang hadir di tengah-tengah umat manusia dengan kabar gembira.

“Rasulullah SAW selalu mengedepankan keluhuran tata krama dalam perjuangan dakwahnya. Sehingga Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia dalam waktu yang relatif singkat dan mudah diterima orang. Ini contoh Nabi dalam bidang dakwah bahwa sebagai pendakwah kita harus berjuangan untuk mengubah pola kehidupan masyarakat, yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan budi pekerti yang luhur. Sehingga dakwah kita akan mudah diterima oleh masyarakat,” tegasnya.

Arifin mengatakan, makna Hari Santri bagi sekolah baik guru dan murid bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia terdapat peran yang sangat besar dari para kyai dan para santri di dalamnya.

Seperti KH. Hasyim Asyari dari Nahdlatul Ulama, KH. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A Hassan dari Persis, serta 17 perwira Pembela Tanah Air yang berasal dari kalangan santri.

“Adanya peran dan andil dari tokoh-tokoh besar itulah yang membuat pemerintah menilai hari santri sangat penting untuk ditetapkan,” ucapnya.

Di MTS Al-Hidayah Sukatani pada hari santri diisi dengan kegiatan pelaksanaan upacara bendera merah putih, dan lomba-lomba yang diadakan oleh para panitia pelaksana. (gun/**)

 

Reporter/Editor: M. Agung