hotel manis
LAYANI TAMU : Pegawai restoran Hotel Santika sedang menyajikan makanan pesanan pengunjung Hotel Santika. IST

RADARDEPOK.COM – Sejak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Depok, hotel dan mal semakin menggeliat. Diperkirakan adanya kenaikan omset sebesar 20 persen. Banyak kebijakan yang dinilai memberikan nafas baru atau angin segar bagi usaha perhotelan dan mal di Kota Depok.

Ketua Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Depok, Fajar Prawinto mengatakan, semenjak adanya perpanjangan PPKM Level 3 ke empat kalinya di Depok, banyak kelonggaran yang berimbas baik untuk perhotelan.

“Alhamdulillah sekarang hotel–hotel sudah boleh mengakomodir meeting, incentive, convention, and exhibition (Mice), yang memberikan sumbangsih besar untuk bisnis perhotelan,” kata Fajar kepada Harian Radar Depok, Jumat (1/10).

Dia mengatakan, mice ini merupakan salah satu sektor paling kritikal dalam bisnis perhotelan. Sehingga dengan adanya izin untuk mengadakan pertemuan di dalam gedung termasuk resepsi pernikahan, sangat menambah income hotel tersebut. “Kalau hotel pendapatan yang tinggi itu dari Mice. Kalau kamar kan sudah pasti tidak mungkin melebihi jumlah kamar, kalau Mice bisa lebih besar,” tuturnya.

Terpisah,  Manager Marcom The Margo Hotel, Tika mengaku, jika pelonggaran yang diberikan Pemerintah Kota Depok membawa dampak yang positif untuk bisnis mereka.  Meski sudah diberi kelonggaran, tetap berkomitmen untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di lingkungan hotel. “Kami juga mewajibkan setiap tamu yang masuk sudah di vaksin dengan mengisi aplikasi peduli lindungi,” ucapnya.

Tika mengungkapkan, sumber pendapatan terbesar di hotel mereka saat ini adalah Mice. Sedangkan okupansi kamar hanya sebesar 30 persen dari jumlah kamar sebanyak 285 kamar. “Secara global, pemasukan perbulan kami naik sekiatr 20% semenjak PPKM Level 3 Perpanjangan ke empat ini,” bebernya.

Sementara itu, Manager Marcom Hotel Santika, Riri menjelaskan, jika pelonggaran PPKM Level 3 di Depok cukup mempengaruhi peningkatan bisnis hotel mereka. “Dari segi pendapatan lumayang meningkat, tapi tidak seperti sebelum diberlakukannya PPKM,” tuturnya.

Dia menyebutkan, jika dibandingkan antara penerapan PPKM Darurat dan Level 4 hingga saat ini, mereka cukup bersyukur karena bisa meraup omzet yang cukup tinggi.  “Kenaikan omzet kami kurang dari 20%, kami gak bisa menjabarkan berapa jumlahnya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pendapatan Hotel Santika mayoritas bersumber dari okupansi kamar.  Di sana ada 122 kamar yang tersedia.  “Kalau jumlah keterisian kamar tidak boleh kami jabarkan, itu keputusan dari pusat kami,” jelasnya.

Terpisah, Mall Director (MD) Detos, Sutikno Pariyoto menyebut, saat ini menang peningakan sudah pasti terjadi walaupun belum begitu signifikan. “Kalaupun ada kenaikan, tetapi pasti belum signifikan,” ucapnya kepada Radar Depok, Jumat (1/10).

Dia menyebut, hingga saat ini juga pihaknya belum bisa memastikan berapa peningkatan yang terjadi baik pengunjung dan juga omsetnya. “Kami harus lebih dahulu cek ke tenant-tenant yang ada untuk memastikan presentase peningkatannya,” jelasnya.

Yang jelas, pihak mal juga selalu memastikan seluruh Protokol Kesehatan (Prokes) selalu diterapkan oleh tenant dan pengunjung. “Untuk memberikan keamanan dan kenyamanan, kami selalu menerapkan Prokes sesuai ketentuan yang ada,” tandasnya.(tul/dra)

Junalis : Lutviatul Fauziah, Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar