mutasi terbaru korona
ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Pesebaran Covid-19 di Kota Depok semakin turun. Malah pasien yang belum sembuh kini hanya tersisa 209 jiwa. Senin (11/10), Dinas Kesehatan Kota Depok kembali memperbarui data persebaran kasus pasien terpapar Virus Korona.

Di minggu kedua Oktober, jumlah pasien terkonfirmasi positif, dinyatakan sembuh, meninggal dunia, kontak erat, suspek, dan probable di Depok masih terus mengalami perkembangan. Berdasarkan data rilis, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 107.465 kasus dengan jumlah kasus aktif sebanyak 209 orang.

Sedangkan jumlah kasus yang sudah dinyatakan sembuh dan telah menyelesaikan masa isolasi hari sebelumnya tercatat sebanyak 105.168 kasus. Kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia mencapai 2.139 jiwa. Sementara itu, jumlah keseluruhan yang masuk kategori kontak erat hari sebelumnya sebanyak 87.137 dengan 294 orang yang masih dalam dalam pemantauan. Di sisi lain, hingga kini total pasien suspek yang sedang dalam pemantauan mencapai 44 orang. Terakhir, total kasus probable terhitung 466 orang.

Sejalan dengan Kota Depok, ditingkat PPKM Jawa- Bali pesebaran Covid-19 turun 98,99%. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, situasi pandemi virus corona di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Dalam satu pekan terakhir, kasus Covid-19 harian nasional turun 98,4 persen dibandingkan dengan puncaknya pada pertengahan Juli 2021.

“Dan kasus konfirmasi Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,99 persen dari puncaknya 15 Juli yang lalu,” kata Luhut dalam konferensi pers daring evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (11/10).

Tak hanya itu, kata Luhut, jumlah kematian pasien Covid-19 harian di Tanah Air juga terus turun. Data terbaru pada 10 Oktober 2021 menunjukkan bahwa terdapat 39 kasus kematian nasional dan 17 kasus kematian di Jawa Bali. Berdasarkan data tersebut, Luhut menyatakan, situasi pandemi virus corona di Indonesia lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga, khususnya di kawasan ASEAN.

“Covid-19 recovery index Indonesia yang dirilis oleh Nikkei menunjukkan peringkat Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, hingga Thailand,” ujar Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali itu. Bersamaan dengan itu, Luhut mengungkap, cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia meningkat signifikan, khususnya di kalangan lansia.

Vaksinasi tahap pertama di Jawa-Bali mencapai 40 persen pada 10 Oktober, atau naik 8 persen sejak 13 September. Peningkatan tersebut, kata Luhut, lantaran cakupan vaksin dijadikan syarat untuk turun level PPKM. Kendati situasi pandemi terus menunjukkan perbaikan, Luhut meminta seluruh pihak tidak terlena. Ia mewanti-wanti masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Dalam arahannya Presiden mengingatkan kepada kami para pembantunya agar jangan terjadi lepas kendali di tengah situasi seperti sekarang ini, pertahankan kasus serendah mungkin, dalam waktu yang lama, dan harus secara konsisten,” tandas Luhut.(rd)

Editor : Fahmi Akbar