sidang pembunuhan
ILUSTRASI : Suasana salah satu sidang online do Kantor Pengadilan Negeri Depok. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Terdakwa Amirrudin (34) pelaku pembunuhan istri istri, di Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung, didakwa dua pasal sekaligus oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat sidang pertama digelar dengan agedan dakwaan, di ruang sidang Pengadilan Negeri Depok, Rabu (6/10).

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio Rahmat menerangkan, JPU Ahmad Nurkhamid mendakwa dua pasal. Pertama, Pasal 338 KUHP yang isinya barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, dengan hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun.

“Atau Kedua dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP yakni perbuatatan penganiyayaan yang mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun,” terangnya.

Diketahui, sidang dengan nomor perkara :PDM-117/DEPOK/09/2021 berjalan secara virtual terkait perkara tindak pidana Pembunuhan atas nama Terdakwa Amirrudin Als Aming Bin (Alm) Ahmad Murodi (34 tahun).

Rio melanjutkan, Jaksa Ahmad telah mendakwa Amir atas kasus perkara pembunuhan terhadap seorang perempuan. Pembunuhan ini dilatarbelakangi kasus prostitusi online dan adu mulut terkait uang tarif jasa prostitusi. Ketika terjadi adu mulut mulut antara terdakwa dengan korban, ada perkataan korban yang membuat terdakwa emosi dan sakit hati, sehingga terjadi tindak pidana pembunuhan.

Amir telah didakwa dengan 2 pasal oleh JPU Kejari Depok atas kasus yang dibuatnya telah menghilangkan nyawa orang lain,” tutur Rio.

Sebelumnya peristiwa menggegerkan ini terjadi beberapa waktu lalu, tepatnya Jumat 9 Juli 20210 korban atas nama Rani (31 tahun) ditemukan rewas dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar mandi rumah kontrakan di kawasan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung. Korban dibunuh dengan pisau cutter.

Dari informasi yang dihimpun Radar Depok, Terdakwa berhasil ditangkap di Sukaraja, Kabupaten Bogor, setelah melakukan pembunuhan dan melarikan diri. Beruntung pihak kepolisian berhasil meringkus Terdakwa setelah melakukan pengembangan. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro