dugaan penipuan AIA
TUNGGU ITIKAT BAIK : AKBP (purn) Sutomo bersama tim pengacaranya. Ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sutomo kini sedang jengkel bukan baik. Pensiunan Polri berpangkat AKBP itu, rugi besar. Sekitar Rp543 juta. Musababnya, uang yang ia simpan di polis asuransi PT AIA, hingga kini tak kunjung bisa ia cairkan. Tak mau ambil pusing, ia berencana membawa masalah ini ke jalur hukum.

Mantan Kasat Lantas Polrestro Depok ini mengaku, masalah ini sudah berlarut sampai lima tahun. “Mereka (PT AIA) saya duga melakukan kecurangan, karena saya selaku konsumen uangnya tidak dikembalikan. Padahal janji-janji diawal kapan saja bisa diambil, termasuk ketika saat saya pensiun pun bisa diserahkan,” kata Sutomo pada awak media, Jumat 1 Oktober 2021.

Padahal, sambung dia, jika uang itu bisa dicairkan, buka unutk dirinya semata. Itu untuk sumbangan anak yatim.

Saya mohon AIA memperhatikan apa yang dimau konsumen, karena itu uangnya konsumen, bukan uangnya dia,” tegas Sutomo.

Sebenarnya kasus ini telah digugat secara perdata sejak Februari 2021, lalu. Namun sayangnya, selama proses mediasi berlangsung, pihak PT AIA tak memberi alternatif dari persoalan ini.

Atas hal itu maka kami akan membuat perubahan dan akan mengajukan gugatan ulang, termasuk laporan dugaan tidak pidana atas kerugiaan yang diderita klien kami ini, baik secara materil maupun inmateril,” kata salah satu tim pengacara Sutomo, Ansari Lubis.

Terkait hal itu, Ansari pun berharap agar pihak manajeman AIA memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jika tidak, maka hal tersebut bakal berlanjut ke ranah pidana.

Kita akan beri waktu selama tujuh hari untuk memberi jawaban. Jika tidak, maka upaya terakhir kami adalah sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia, baik perdata maupun pidana. Sebab kita menduga ada penipuan atau penggelapan terkait uang klien kami hingga saat ini,” tandanya didampingi dua rekannya, Jhon Elly Tumanggor dan Hilmansyah. (rd/jun)