giat kominfo
GERAKAN JAGOAN : Yayasan Sejiwa bersama stakeholder saat melangsungkan Gerakan Jauhkan Adiksi Gawai, Optimalkan Potensi Anak (Jagoan) secara online, Sabtu (2/10).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Yayasan Sejiwa meluncurkan Gerakan Jauhkan Adiksi Gawai, Optimalkan Potensi Anak (Jagoan) dengan tujuan menyelamatkan anak dalam dunia gawai yang terus menjangkit. Gerakan ini didukung secara penuh Kementerian Komunikas dan Informatika (Kemenkominfo) RI.

Kami ingin menyelamatkan anak-anak Indonesia dari kecanduan gawai yang saat ini kondisinya sudah sangat kritis, “ujar Pendiri Yayasan Sejiwa, Diena Haryana, Sabtu (2/10).

Diena mengatakan, gerakan ini juga didukung Siber Kreasi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Kemendikbudristek, Divisi Psikiratri Adiksi serta 47 mitra seluruh Indonesia. “Kita telah melakukan survey. Ada sebanyak 31,4 persen remaja mengalami kecanduan internet,” tegasnya.

Survey yang dilakukan terhadap 643 remaja menemukan kondisi kejiwaan anak yang memprihatinkan, bahwa sebanyak 67,2 persen remaja menggunakan internet 20 jam lebih dalam satu pekan. Dengan rincian 96,9 persen mengaksesnya melalui gawai pintar pribadi dan 91,1 persen mengakses dari rumah. Akibatnya, sebanyak 56,3 persen remaja memiliki masalah perilaku dan 48,2 persen memiliki masalah depresi.

Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian semua orang, baik dari pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga masyarakat, sekolah, orang tua, serta remaja dan dewasa muda itu sendiri,” tegasnya.

Menurut tim survey, Kristiana Siste menyarankan, hal ini harus diintervensi karena kecanduan internet menimbulkan dampak negatif bagi otak, fisik, kesehatan jiwa, dan sosial. Sehingga orang dengan kecanduan internet mengalami perubahan di otak, misalnya terjadi penurunan konektivitas fungsional otak antara area parietal lateral dan korteks prefrontal lateral.

“Ini menyebabkan seseorang sulit membuat keputusan, sulit konsentrasi dan fokus, pengendalian diri buruk, prestasi menurun, penurunan kapasitas proses memori, serta kognisi sosial negatif,” tegas Siste.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo RI, Bonifasius Wahyu Pudjianto, mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk ikut turut serta dalam proses transformasi digital.

Mari kita dampingi dan arahkan anak-anak supaya bisa menjalankan kehidupan yang seimbang, yang akan bisa membuat mereka bertumbuh kembang dengan optimal, “ ajaknya saat memberikan materi.

Kemenkominfo bersama mitra jejaring Siberkreasi secara masif juga melakukan literasi digital kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk didalamnya orang tua, tenaga pendidik, dan pelajar untuk dapat menjadi warganet yang semakin cakap digital.

Sementara Ketua KPAI, Susanto menyatakan, pentingnya orang tua berperan aktif dalam memastikan anak menggunakan media digital secara proporsional, sehat dan positif. Hal ini untuk menjaga agar usia anak tidak rentan terpapar dampak negatif media digital.

KPAI juga terus mendorong pemerintah untuk memastikan semua media platform menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memastikan proteksi terhadap anak sebagai pengguna, sehingga usia anak tidak rentan terpapar konten negatif.

“Kami sangat mengapresiasi Sejiwa sebagai bagian dari civil society dan seluruh mitra atas inisiatif meluncurkan program Jagoan ini,” paparnya.

Pemerhati pendidikan dan pakar pendidikan karakter, Doni Koesoema A menambahkan bahwa keseimbangan hidup dalam menyelaraskan antara dunia digital dan real menjadi dasar dari pertumbuhan individu yang baik dan sehat. Dunia digital adalah bagian dari hidup anak Indonesia saat ini, meskipun teknologi digital adalah alat.

“Namun ink sudah menjadi bagian hidup dan eksistensi manusia. Maka, para guru perlu mendidik anak Indonesia pada satu dunia yang utuh. Bukan memisahkan antara digital dan real,”ujar Doni.

Menurutnya, anak perlu dilatih mempergunakan gawai demi kebaikan, pengembangan diri, pertumbuhan karakter, dan pengembangan nilai-nilai luhur yang akan menjadikan mereka sebagai anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berbudi pekerti luhur.

Gerakan Jagoan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang unggul dan tangguh, karena menjadi tugas bersama untuk meyakinkan bahwa para penerus kita adalah sosok yang unggul dan tangguh menjadi bangsa besar menuju Indonesia maju. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro