Menteri PPA
KOMPAK : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati (kiri) bersama Pengurus Pusat Matakin, Xueshi Budi Santoso Tanuwibowo (kanan) saat penandatangan MoU Peningkatan Sinergitas PPPA berbasis agama Konguchu, di SMA Segar, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Senin (18/10). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI terus merangkul seluruh pihak khususnya tokoh agama dan lembaga keagamaan. Dalam situasi pandemi Covid-19, mereka dinilai memiliki pengaruh dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa melalui perempuan dan anak.

Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tak lepas dari peran serta tokoh agama, karena jauh lebih dekat dengan masyarakat.

Untuk itu, pihaknya berkolaborasi melalui MoU bersama Pimpinan dan Pengurus Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) yang mewakili umat khonghucu karena telah menunjukkan komitmen yang besar.

Tokoh agama memiliki peran penting dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati kepada Radar Depok, Senin (18/10).

Bintang menyebut, program kerjasama ini akan fokus pada dukungan percepatan pencapaian lima Arahan Presiden Joko Widodo kepada Kemen PPPA. yakni pertama peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender; kedua, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan anak; ketiga, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak; keempat, penghapusan pekerja anak; dan terakhir pencegahan perkawinan anak.

Menurutnya, partisipasi yang setara dan penuh dari perempuan dan laki-laki menjadi kunci kesejahteraan suatu bangsa. Sementara itu, kualitas anak-anak Indonesia akan menentukan kemajuan bangsa di masa depan dan posisi Indonesia dalam persaingan global.

Lebih lanjut, sambung dia, tanpa sinergi dan kerjasama yang kuat antar sektor, apapun yang sudah diusahakan tidak akan pernah tercapai dengan maksimal.

Untuk itu, dalam kesempatan ini saya ingin mengajak marilah kita himpun kekuatan dan satukan gerak kita dalam upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak, khususnya pada masa sulit pandemi Covid-19 ini,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bintang menyempatkan untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahapan 2 untuk perempuan dan anak di SMP Segar. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahapan 2 ini terselenggara berkat kerjasama Kemen PPPA dan Matakin yang didukung secara penuh oleh Mabes Polri. Ke depannya, kerjasama ini harus diimplementasikan dan diwujudkan melalui rencana aksi dan program kegiatan terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Saya memberikan apresiasi dan berharap pelaksanaan vaksinasi tahap 2 sebagai kelanjutan dari program vaksinasi tahap 1 tanggal 20 September 2021 lalu kepada 300 orang,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat Matakin, Xueshi Budi Santoso Tanuwibowo mengapresiasi atas kehadiran Menteri Bintang dan Kemen PPPA dalam pelaksanaan penandatanganan nota kesepahaman antara Matakin dan Kemen PPPA dalam upaya memberikan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia.

Pihaknya berkomitmen dalam hal memberikan perlindungan kepada anak dan pemberdayaan perempuan, oleh sebab itu komitmen tersebut kami wujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman ini.

“Maksud dan tujuan dari penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai landasan bagi Kemen PPPA dan Matakin untuk mensinergikan program dan kegiatan dalam rangka pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis agama khonghucu,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro