DALAM satu dekade terakhir ini, dunia kesehatan mengalami perubahan atau disrupsi yang cukup besar. Termasuk didalamnya perkembangan teknologi informatika dan komputer di bidang Kesehatan. Terutama dalam Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini yangmenjadikan teknologi informasi memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia Kesehatan (Ayu, 2020).

Teknologi informasi dan komunikasi sangat bermanfaat dalam mendukung proses bisnis dalam bentuk manajemen data, informasi, fakta, serta pengetahuan bagi instansi kesehatan seperti rumah sakit, klinik kesehatan, puskesmas, dan lain-lain, salah satu pendukung pentingnya adalah dengan menyediakan aplikasi administrasi pelayanan kesehatan yang kemudian termasuk kedalam Sistem Informasi Kesehatan (SIK). Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat dan menjadi salah satu fokus pengembangan utama dalam agenda Pemerintah dalam penggunaan SIK.

Dinas Kesehatan (dinkes) kota Depok sebagai instansi pemerintah yang mengemban fungsi sebagai penyedia layanan kesehatan kepada masyarakat terutama dimasa pandemic seperti ini ingin banyak melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas layanannya, salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan SIK. Akan tetapi dalam implementasinya banyak tantangan yang dihadapi di lapangan, salah satunya minimnya pengetahuan para SDM puskesmas mengenai infrastruktur dan perangkat sistem Informasi Kesehatan (SIK)  yang berakibat pada data informasi kesehatan yang didapatkan oleh pemerintah kurang akurat dan menyebabkan pengambilaan kebijakan yang kurang relevan.

Oleh karena itu dalam upaya mendukung program dinas Kesehatan kota depok dalam mensukseskan penyelenggaraan SIK dalam masa pandemic ini maka civitas akademika dosen dan juga mahasiswa dari Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan di Politeknik Negeri Jakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan depok melakukan pelatihan pada tanggal 11 Oktober 2021 secara online mengenai pengolahan data dan manajemen perangkat teknologi informasi dalam mendukung asesmen system informasi Kesehatan (SIK) SDM puskesmas dapat berjalan secara efisien, mampu mengumpulkan informasi yang relevan dan berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pemangku kebijakan dinas Kesehatan kota depok. Selain itu program Studi Teknik Komputer dan Jaringan juga memberikan dukungan berupa router access point gratis untuk dapat digunakan di beberapa puskesmas kota depopk yang mengalami keterbatasan jaringan internet. (*)