Rhoma irama siap meninggal
Rhoma Irama.

RADARDEPOK.COM – Rhoma Irama tiba-tiba menyinggung soal kematian. Sang Raja Dangdut minta dimakamkan di lokasi yang sudah dipilihnya.

Di usianya yang kini sudah tidak muda lagi, Rhoma Irama juga sudah mulai mengurus hal-hal terkait Soneta Group.

Tepat 50 tahun sudah Rhoma bersama Soneta Grup berjuang untuk bertahan di industri musik Tanah Air.

Di momen itu pula nampak raut wajah haru ditunjukkan Rhoma Irama yang kini hanya tinggal sendiri memperjuangkan Soneta. Pasalnya Rhoma telah kehilangan 7 personel lain yang lebih dulu berpulang mendahuluinya.

“8 personel Soneta berdiri itu 7 sudah meninggal, sisa 1 saya sendiri ini. Jadi, kalau saya juga meninggal dunia, Soneta close, Soneta selesai, tidak ada lagi Soneta,” terang Rhoma Irama.

Menurut sang Raja Dangdut, ia tidak bisa meninggalkan apa-apa kepada penggemar selain karya.

Rhoma Irama pun lantas berpikir untuk mengabadikan semua karya dan kenangan Soneta dengan membangun museum. Bukan hanya menjadi tempat kenangan perjuangan Soneta, kelak museum itu juga akan menjadi tempat peristirahatan terakhir Rhoma Irama.

“Nanti Insya Allah Soneta ini akan menjadi museum Soneta. Di sini juga Rhoma Irama akan dikebumikan,” kata Rhoma Irama.

Rencana pemakaman tersebut, kata Rhoma Irama, sudah disampaikan kepada keluarga dan rekan-rekan untuk dijadikan sebuah wasiat.

“Memang ingin saya jadikan Soneta Record ini sebagai museum Soneta. Bahkan, saya sudah pesan sama anak-anak ahli waris, nanti kuburkan saya di sini, di lapangan sini biar melengkapi museum Soneta ini,” ucap Rhoma Irama.

Mengingat perjuangan Rhoma Irama terhadap Soneta, banyak cerita ketika malang melintang di dunia musik Tanah Air.

“Kita pernah menjadi grup yang dicekal, tidak bisa muncul di televisi 11 tahun. Kemudian, dipersulit melakukan live konser, pentas-pentas musik. Kemudian, pernah juga dilempari batu,” ungkap Rhoma Irama.

Dalam perayaan 50 tahun berdirinya Soneta, Rhoma Irama juga mengumumkan perilisan Soneta Official dan museum Soneta. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya