larangan ridwan kamil
SAMBANGI : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menyambangi salah satu rumah duka korban susur sungai, Kampung Cikumpa RT6/5 Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (16/10). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADADDEPOK.COM, DEPOK – Mengantisipasi insiden memakan korban saat susur sungai di masa mendatang, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melarang kegiatan serupa sebelum tersusun aturan atau SOP dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat.

“Setiap satuan pendidikan SMP/MTS se Jawa Barat, saya sudah minta melalui Bupati/Walikota dan Kemenag untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Agar mencegah terjadinya musibah serupa,” ujar Ridwan Kamil kepada Radar Depok, Sabtu (16/10).

Kang Emil-sasapaannya, dengan tegas melarang adanya susur sungai di masa mendatang. Lalu, pihak BPBD Jawa Barat juga diminta untuk menyusun sebuah SOP agar kegiatan alam dapat dilaksanakan, tetapi dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan.

“Saya melarang ada susur sungai di masa depan kecuali sudah ada SOP yang jelas dari BPBD Jawa Barat. Kemudian, mereka (BPBD) telah saya arahkan agar berkoordinasi dengan pencinta alam profesional, sehingga kejadian ini tak terulang kembali,” tuturnya.

Orang nomor satu di Jawa Barat tersebut, juga menyesali adanya peristiwa naas yang menelan 11 korban, tiga diantaranya merupakan warga Ciamis, dan dua lainnya adalah anak-anak Depok.

“Cinta alam saya kira itu baik tetapi bagaimanapun urusan nyawa keselamatan keamanan nomor satu. Saya minta sekolah juga bertanggung jawab dan terus menjadikan ini sebagai hikmah karena kehilangan satu nyawa tidak bisa tergantikan oleh apapun,” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya