swab antigen smpn 10
COVID-19 PTM : Salah satu guru di SMP Negeri 10 Depok ketika menjalani swab test antigen usai seorang siswa terpapar covid 19 saat menjalankan PTM. Dari 92 orang yang dilakukan swab test, seluruh hasilnya negatif. FOTO : DANA/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Ada kabar gembira di SMPN 10 Depok. Selasa (19/10), dari 92 orang yang menjalankan swab test antigen mulai dari siswa dan guru, seluruhnya dinyatakan negatif dari Covid-19. Kendati demikian, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok fokus menjaga psikologis siswa SMP Negeri 10 Depok.

Juru Bicara Satgas Covid 19 Kota Depok, Dadang Wihana menegaskan, akan berkolaborasi dengan Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) untuk menjaga psikologis sang anak tersebut. Khawatir mentalnya tertekan dan psikoligisnya terganggu, mengingat ini menjadi kasus pertama saat dimulainya PTM. “Kami khawatir ya. Kami pastikan DPAPMK siap memberi pendampingan bagi sang anak,” jelasnya saat meninjau SMP Negeri 10.

Dadang melanjutkan, bukan hanya memantau kesehatan fisik siswa yang bersangkutan, namun juga hal terpenting menjaga kesehatan psikologis siswa akibat kondisi yang menimpanya. “Semoga ananda kami tidak demikian, tapi bila diperlukan. Pasti akan diberikan pendampingan ya,” lanjutnya kepada Harian Radar Depok, Selasa (19/10).

Dadang meminta, kepada masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan, jangan sampai penurunan ke level 2 membuat masyarakat lalai akan kesehatannya. Sebab perubahan perilaku harus ditanamkan dalam setiap orang. “Jangan sampai karena kondisi longgar, lalu kepatuhan pada prokes juga longgar,” tegasnya.

Dia memastikan, setelah melakukan test dan penelusuran kepada orang yang kontak erat. Ditemukan bahwa siswa tersebut terpapar dari salah satu anggota kelurganya. Sehingga saat ini, siswa yang bersangkutan sedang menjalani isolasi mandiri dikediamannya.

Atas temuan ini, sebanyak 92 orang siswa, guru dan tenaga kependidikan di SMPN 10 Depok menjalani swab test antigen, diantaranya 60 orang guru serta tenaga pendidik dan 32 siswa. Dari 92 orang yang menjalankan swab test antigen, Dadang memastikan seluruh hasilnya negatif. Namun, aktifitas sekolah akan ditutup selama satu pekan.

Dia juga memastikan, bahwa kondisi kesehatan siswa tersebut stabil dan masih menjalankan isolasi mandiri dirumahnya, dengan tetap dipantau Puskesmas setempat  “Sama seperti temuan di daerah lainnya yang juga menjalankan PTM, terpaparnya dari klaster keluarga. Bukan dari sekolah,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wijayanto mengatakan, telah mengintruksikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMPN 10 dihentikan sementara, dengan batas waktu maksimal seminggu. Dalam kurun waktu tersebut, kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi Belajar Dari Rumah (BDR) atau dalam jaringan  (Daring) sampai dengan tanggal 25 Oktober 202.

“Hari ini juga dilakukan tes antigen atau swab PCR bagi siswa satu kelas dan juga guru yang berinteraksi dengan siswa tersebut di kelas dan semua guru,  berjumlah sekitar 92 orang. Alhamdulilah, semua hasilnya negatif. Semua ini berkat koordinasi dan komunikasi yang baik antara Disdik,  Satgas Covid-19 , SMPN 10, pihak Kecamatan dan juga Puskesmas Sawangan,” jelasnya.

Selain itu, kata Wijayanto, dilakukan sterilasi lingkungan sekolah dan kelas dengan desinfektan. Termasuk melakukan kordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dan juga Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) untuk memberikan pendampingan terkait penanganan yang diberikan bagi siswa bersangkutan yg saat ini menjalankan isolasi mandiri.

Wijayanto, menambahkan penangan kasus Covid-19 disekolah ini harus berhati-hati,  sebab hal ini penting untuk memastikan tentang pnyebab, dampak dan ketepatan solusi yang akan dilakukan. Selain itu dengan semakin banyaknya mobilitas warga dan juga mulai maraknya kegiatan masyarakat maka pihak sekolah dan masyarakat  harus tetap optimal untuk melaksanakan protokol kesehatan yang baik agar hal serupa bisa diantisipasi sejak dini dan tidak terulang lagi.

“Tapi saya sudah sampaikan kepada temen-temen untuk tetap tenang dan tidak panik,” tandasnya. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar