ilustrasi umrah
ILUSTRASI : Persiapan keberangkatan jamaah dalam menunaikan ibadah di Negeri Arab Saudi, di Kantor Kementrian Agama Kota Depok, Kawasan Bulevard GDC. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Penantian panjang yang ditunggu-tunggu jamaah umrah Kota Depok terjawab. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah memberikan lampu hijau, bagi jamaah Indonesia untuk melaksakan ibadah umrah selaras dengan tren pandemi di tanah air. Ada sejumlah syarat dan kewajiban yang perlu dipenuhi jamaah saat bertolak ke Mekkah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Asnawi mengatakan, pemerintah Arab Saudi baru memberikan informasi rencana pembukaan akses perjalanan ibadah umrah. Pihaknya hingga saat ini masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat.

Menurutnya, terkait pembahasan aturan teknis yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah umrah ditengah pandemi, masih menunggu pusat. Pemerintah Indonesia merespon dengan membahas aturan teknis yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah umrah di tengah pandemi. “Pembahasan ini melibatkan beberapa kementerian diantaranya Kemenkes dan Kemenhub,” bebernya kepada Harian Radar Depok, Minggu (10/10).

Diketahui sebelumnya, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kota Depok, Hasan Basri menyebutkan, jumlah pendaftar haji dan umrah hingga Senin (5/10/20) terus bertambah.

Menurutnya, bagi yang baru mendaftar diharapkan bersabar. Karena Kemenag lebih memprioritaskan pendaftar yang tertunda keberangkatannya sejak adanya pandemi covid-19. “Berdasarkan data, jumlah jamaah umrah yang tertunda berangkat ada 11.116 orang. Merekalah yang akan diprioritaskan berangkat ke tanah suci,” ungkap Hasan kepada Radar Depok.

Terkait prioritas jamaah umrah tersebut, Kemenag akan terlebih dahulu menyosialisasikan melalui biro perjalanan haji dan umrah serta travel-travel yang ada di Kota Depok.

Selain itu lanjut Hasan, pihaknya sudah menjadwalkan para calon jamaah haji di tahun depan untuk melakukan vaksinasi meningitis. Vaksin tersebut dapat dilakukan di puskesmas kecamatan masing-masing.

“Jadi, untuk para calon  jamaah haji yang akan berangkat tahun depan akan di suntik vaksin meningitis tahun ini. Tahun depan sudah tidak perlu vaksin lagi,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa untuk keberangkatan umrah belum bisa dipastikan kapan. Walaupun dari pihak Arab Saudi sudah membuka untuk calon jamaah umrah. Kemenag Kota Depok masih menunggu arahan dari Kemenag RI.

Sementara itu, Pengurus Daarul Shaafa Tour and Travel, Supadmi Agus menuturkan, selama pandemi ini, dengan terpaksa kegiatan umrah dan haji melalui travelnya harus vakum atau berhenti sementara waktu. Dan menunggu sampai waktu yang belum ditentukan.

“Kami tunggu sampai nanti bagaimana Allah merenacanakannya. Jamaah kami yang masih menunggu keberangkatan ada 5 orang lansia, dan uangya masih dipegang mereka, jadi aman,” tegasnya.

Terpisah, Konjen RI untuk Arab Saudi di Jeddah Eko Hartono menyebut, terdapat sekitar 50 ribu calon jamaah umrah Indonesia yang akan dipersiapkan diberangkatkan terlebih dahulu. Mereka adalah jamaah yang tahun lalu gagal berangkat ke Tanah Suci.

“Infonya bahwa ada sekitar 50.000 jamaah umrah yang tahun lalu sudah siap berangkat dan tertunda karena Covid-19,” ujar Eko.

Eko mengatakan, sebanyak 50 ribu jamaah umrah tersebut akan diprioritaskan diberangkatkan tahun ini. Namun untuk tanggal pelaksanaan ibadah umrah belum diumumkan secara resmi.

Menurut dia, masih ada hal-hal teknis yang masih perlu ditindaklanjuti. Terutama terkait vaksinasi dosis ketiga atau booster dan sertifikat vaksin. “Untuk tanggal belum ada karena kan hal teknis tadi masih perlu dibahas. Begitu juga dengan rombongan umrah nanti, semoga tidak lama,” harapnya.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi kembali membuka ibadah umrah jamaah asal Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta melalui nota diplomatik yang dikeluarkan pada Jumat 8 Oktober 2021. Kabar tersebut kemudian diumumkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sabtu (9/10).(daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Fahmi Akbar