supian suri dewas pdam
Dewan Pengawas PDAM Tirta Asasta, Supian Suri. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok bersama PDAM Tirta Asasta dibawah Dewan Pengawas, Supian Suri ingin mengalihkan penggunaan air tanah menjadi penggunaan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Hal ini disampaikannya usai melangsungkan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Depok, Rabu (6/10).

Dirinya berkingingan meningkatkan masyarakat untuk menggunakan air bersih PDAM, karena layanan air bersih dari PDAM baru 17 persen dari total luas wilayah Kota Depok.

“Itu menjadi semangat semua ya, bukan hanya di Depok. Tapi kalau mau melarang, kan harus ada solusi (alternatifnya),” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagai perwakilan pemerintah untuk mengawasi aktivitas internal PDAM, ada dua kecamatan yang belum tersambung pipa, yaitu Kecamatan Cinere dan Limo.

“Kecamatan yang lain juga akan menjadi fokus, karenapersentase layanannya belum signifikan. Tapi harus kita apresiasi dan ini sangat baik, karena pengolaan PDAM oleh pemerintah Depok baru berjalan 8 tahun belakangan ini,” jelasnya yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Depok.

Namun, menurut Supian, kinerja PDAM Depok sejauh ini patut diapresiasi. Demi meningkatkan cakupan layanan PDAM, pemerintah Depok memberikan dukungan berupa penerbitan Perda penyertaan modal. “Di internal, kami akan coba petakan rute untuk memperluas capaian secara realistis dan tidak lama,” bebernya.

Pria yang kerap disapa SS itu, menekankan, pihaknya sedang mempertimbangkan apakah perluasan layanan akan dilakukan dengan bermodal APBD Depok atau melakuka kolaborasi dengan pihak lain.

“Semoga dengan perubahan dari PDAM jadi Perseroda, menjadi lebih mudah melakukan perluasan layanan atau kerja sama dengan pihak lain,” pungkasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro