awan mendung
WASPADA CUACA : Arus lalu lintas di Flyover Jalan Arif Rahman Hakim dengan latar belakang langit mendung yang menghiasi Kota Depok. Masyarakat diminta selalu waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi di Kota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Tiga kedepan masyarakat Depok masih kudu hati-hati. Cuaca Kota Depok masih belum menentu, panas terik hingga hujan deras yang disertai petir dan kilat masih terjadi. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bogor meperkirakan hujan akan mengguyur Depok saat siang hari.

Kepala BMKG Bogor, Indra Gustari mengatakan, dalam tiga hari ke depan hujan yang disertai kilat akan turun pada waktu siang. “Kalau yang kami lihat dari hasil prediksi mulai tanggal 25 sampai 27 Oktober hujan petir turun di siang hari,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (24/10).

Namun, pada Selasa 26 Oktober, katanya, hujan yang turun dengan intensitas ringan, dan itu akan terjadi mulai siang hingga sore hari. Berbeda hal dengan tanggal 25 dan 27 Oktober, hujan yang disertai petir dan kilat akan turun pada siang hingga sore hari.

“Waspada harus tetap dilakukan. Meski Depok tidak hujan, tapi bisa jadi Bogor hujan. Jadi siaga akan air sungai yang meninggkat karena kiriman dari Bogor,” kata Indra.

Kewaspadaan akan pohon tumbang juga harus diperhatikan, sebab kecepatan angin sesuai dengan data yang diperoleh Radar Depok dari BMKG, kecepatan mencapai 35 kilometer perjam. “Kejadian puting beliung di Depok kemarin harus dijadikan pelajaran. Pohon harus dirapihkan, biar tidak mengancam masyarakat. Terutama di titik rawan,” paparnya.

Dia menginformasikan, bila masyarakat dapat melihat cuaca dengan kasat mata agar upaya dini segera dilakukan, terutama bagi yang tempat tinggalnya menjadi langganan bencana, seperti banjir, longsor, sampai pohon tumbang.

“Masyarakat bisa lihat dengan kasat mata kalau mau datang hujan ekstrem yang disertai angin kencang. Seperti, terbentuk awan konventif (hitam dan tumbuh vertikal), biasanya dapat berbentuk bunga kol (jenis awan kumulonimbus). Bila hal itu terjadi, ini merupakan tanda terkuat dan dalam periode pendek harus siaga,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Namun kejadian ini, paling sering pada periode pancaroba menjelang musim hujan.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Citra Indah Yulianty menegaskan, pihaknya selalu siap siaga menghadapi bila bencana datang dari hujan yang mengguyur Kota Depok secara intens. Beragam persiapannya meliputi normalisasi dan pengangkutan sampah di situ, sungai, dan drainase, dan pemeliharaan rutin turap.

“Kami siaga 24 jam. Sarana prasarana sendiri ada alat berat sebanyak 10 unit seperti eksavator besar dan kecil, hingga spider, kemudian pompa mobile untuk menyedot genangan air,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (24/10).

Citra menyebut, jumlah Satgas Banjir yang dimiliki Bidang SDA sebanyak 144 petugas yang siap siaga bila dibutuhkan di 11 kecamatan. Ratusan petugas itu juga saat tugas dengan rompi apung jika sewaktu-waktu terjun langsung dalam bencana banjir.

Sementara itu, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok, Muhammad Romdoni mengungkapkan, monitoring titik titik bencana acapkali dilakukan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem bersama 38 orang personel lainnya di Kota Depok. Pihaknya siap berkolaborasi dan ikut komando dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

“Perum Bukit Cengkeh, BSI, Taman Duta, Perum BSI, Villa Pamulang menjadi titik rawan bencana yang rutin dipantau, tupoksi utama kami yakni assessment dan penanganan penyintas atau korban bencana, membuat posko banjir, logistik, psikososial dan dapur umum, lalu dalam dua bulan terakhir ini, kami bersama bidang PB Kota Depok tengah melakukan sosialisasi Kampung Siaga Bencana,” ucapnya.

Dalam menunjang hal tersebut, Tagana memiliki satu unit perahu karet, tali temali, dan dua senso atau gergaji mesin untuk memotong pohon, serta tenda pengungsian 4 juga tenda keluarga 2 unit.

Berdasarkan informasi yang dihimpum Radar Depok,  Kota Depok memiliki beberapa lokasi yang berpotensi terjadi banjir dan longsor jika curah hujan tinggi. Untuk banjir, biasanya terjadi di daerah cakungan Bukit Cengkeh, dekat Fly Over Arif Rahman Hakim, Jalan Dewi Sartika, Kampung Utan, Pinggiran aliran sungai, sepanjang outlet Situ Cilodong, Graha Studio Alam, Perumahan Mekar Persana, Seputaran Margonda, dan Perumahan BSI.

Kemudian, potensi bencana longsor ada di Sempadan Kali Ciliwung, Sempadan Kali Baru Cabang Tengah dan Cabang Barat, Kali Pasanggerahan, Kali Angke. Lalu daerah dengan dataran tinggi misalnya Pesona Khayangan. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Fahmi Akbar