cuaca ekstrem
AWAS CUACA EKSTREM : Suasana langit mendung menyelimuti Kota Depok, BMKG tetap memperingati kewaspadaan masyarakat Kota Depok terhadap cuaca ekstrem. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Cuaca ekstrem di daerah tetangga Kota Depok, nyatanya dapat pula memicu kembali terjadinya hujan deras yang disertai angin kencang di Kota Belimbing. Bahkan potensi ini akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan, meski peralihan musim mulai dilalui.

Kepala BMKG Bogor, Indra Gustari mengatakan, masyarakat dapat melihat dengan mata telanjang tanpa menggunakan perlengkapan radar, satelit, sampai dinamika atmosfer untuk mengetahui cuaca yang akan terjadi di daerahnya.

“Bisa kita lihat dengan kasat mata kalau mau datang hujan ekstrem yang disertai angin kencang. Sore ini Cibinong tetangganya Kota Depok mengalami cuaca ekstrem,” terangnya kepada Radar Depok

Ia menginformasikan, angin kencang tersebut, berpotensi muncul pada saat pagi hingga siang matahari terik. Selanjutnya, terbentuk awan konventif (hitam dan tumbuh vertikal), biasanya dapat berbentuk bunga kol (jenis awan kumulonimbus).

Bila hal itu terjadi, ini merupakan tanda terkuat dan dalam periode pendek harus siaga akan terjadi hujan, petir dan angin kencang.

“Namun, kejadiannya paling sering pada periode pancaroba menjelang musim hujan pak,” ungkapnya, Minggu (17/10).

Menurut catatan BMKG, potensi hujan akan terjadi di seluruh Kecamatan di Kota Depok. Ada tujuh Kecamatan yang masuk dalam catatan untuk lebih waspada, seperti Pancoranmas, Sawangan, Cipayung, Cilodong, Tapos, dan Bojongsari. Namun bukan berarti sekitarnya tidak waspada, koordinasi dalam mengantisipasi harus dilakukan.

“Jangan sampai baru kejadian nanti sibuk. Buat antisipasi terlebih dahulu. Edukasi masyarakat akan potensi ekstrem ini yang berdampak pada bencana,” katanya.

Indra meminta kepada pihak terkait juga proaktif menjangkau masyarakat yang bersinggungan langsung dengan bencana, yang potesi wilayahnya menjadi langganan seperti banjir, longsor, sampai pohon tumbang.

“Kami selalu update data prakiraan cuaca. Kami juga selalu menanti untuk diberikan ruang kolaborasi bersama pihak terkait di setiap daerah untuk mengedukasi masyarakat soal pengetahuan tentang iklim maupun cuaca,” tandasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro