BOR UI
DOK RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok menyatakan Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk penanganan Covid-19 kian lenggang. Per Sabtu (2/10) Kota Depok mencapai 12,07 persen Insentive Care Unit (ICU) dan 10,18 persen isolasi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengungkapkan, pada awal Juli, sebelum penerapan PPKM Darurat, angka BOR Kota Depok sempat mencapai 95,35 persen. Lalu, pada 15 Agustus BOR 37,39 Persen. Selisihnya 57,97 persen.

“Kini, BOR rumah sakit per Sabtu (2/10) terjadi penurunan signifikan. Tercatat BOR 12,07 persen ICU dan 10,18 persen isolasi. Terjadi penurunan,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (3/10)

Menurut Dadang, angka tersebut sudah memenuhi standar WHO terkait keterisian tempat tidur (TT) penanganan Covid-19. Bahwa BOR maksimal 60 persen dari jumlah keseluruhan tempat tidur.

Menurut data pantauan Covid-19, Sabtu (2/10) terjadi penambahan kasus sebanyak delapan orang, dengan total terkonfirmasi mencapai 105.003 orang. Tren kesembuhan turut mengalami kenaikan, yakni 87 orang.

“Jumlah yang sembuh ada 102.609 orang. Dan warga meninggal juga ada penambahan sebanyak 2 orang, total 2.609 orang meninggal akibat Covid-19,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Umi Zakiati menuturkan, kapasitas TT ICU Covid-19 pada Sabtu (3/10) sebanyak 116 bed dan TT karantina atau isolasi Covid-19 sebanyak 796 unit bed.

“Alhamdulillah menurun seiring dengan penurunan kasus Covid-19 mingguan. Untuk kapasitas terpakai TT ICU 14 unit bed dan TT Isolasi Covid-19 81 unit,” terangnya.

Ia menjelaskan, dari 24 rumah sakit yang menyediakan pelayanan bagi para pasien Covid-19, satu diantaranya yaitu RS Bhayangkara Brimob mengalami peningkatan sampai 93,75 persen untuk TT Isolasi.

“Peningkatan hanya yang di RS Bhayangkara Brimob. Rumah sakit tersebut diisi dari anggota Brimob Aceh dan Sumatra Utara yang beberapa hari lalu ada kegiatan di Bogor, jadi bukan kasus di Depok,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro