lanjutan babi ngepet
SIDANG PEMBUKTIAN : Suasana sidang pembuktian perkara penyebaran berita bohong babi ngepet, yang menghadirkan dua saksi ahli, Selasa (12/10). ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sidang penyebaran berita bohong babi ngepet masuk dalam agenda keterangan saksi ahli. Keseluruhan ada tujuh saksi dan dua saksi ahli yang dihadirkan dalam sidang online ini, di Kantor Pengadilan Negeri Depok, Selasa (12/10).

JPU Alfa Dera dan Putri Dwi menghadirkan dua Ahli dalam sidang yang beragendakan Pembuktian. Ahli adalah ahli di bidang Bahasa dan ahli Sosiologi Hukum.

Ada Prof. Andika Dutha Bachari yang merupakan Guru Besar Bahasa di Perguruan Tinggi Negeri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang mana ahli tersebut berkompetensi di bidang kajian linguistik forensik.

Serta, Trubus Rahadiansyah yang merupakan alumni strata dua dan tiga Universitas Indonesia (UI) yang merupakan Akademisi di Universitas Trisakti dan berkompetensi dibidang Sosiologi Hukum.

Menurut dari kedua saksi ahli, ini masuk dalam keonaran, yang terkandung dalam unsur Pasal 14 Ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 14 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946,” jelas Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio.

Dalam jalannya persidangan, saksi ahli Trubus Rahadiansyah menerangkan, terkait Pengertian Keonaran di kalangan rakyat adalah situasi dan kondisi warga masyarakat yang tidak kondusif yang berbentuk kecemasan sosial, ketegangan , kepanikan kegaduhan , kegemparan dan kekacauan yang berpotensi menimbulkan perilaku anarki.

Sehingga bila dikaitkan dengan Kajian sosiologi Hukum serta Fakta Perbuatan Terdakwa yang menyebarkan berita bohong, yang mana perbuatan tersebut telah menyebabkan keonaran karna sampai membuat hadirnya kepolisian untuk turun membubarkan kerumunan serta adanya kecemasan di masyarakat terkait adanya babi ngepet yang mana menyebabkan kegemparan.

“Jadi dari kesimpulan pembuktin saksi ahli, telah ada bukti fakta yang menyebabkan hukum pidana sehingga sesuai dengan dakwaan,” tandasnya usai sidang berlangsung. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro