vaksin lansia
VAKSIN LANSIA : Seorang Lansia sedang menerima vaksin di Gedung DPRD. Pemerintah Kota Depok harus mengejar capaian vaksinasi untuk lansia sebagai salah satu persyaratan menurunkan status level PPKM. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Pemerintah kota (Pemkot) Depok terus melakukan percepatan vaksinasi. Khususnya, untuk masyarakat Lanjut Usia (Lansia). Fokus itu menyusul adanya aturan yang menyebut syarat turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  dilihat dari capaian vaksinasi lansia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Depok, Umi Zakiati mengatakan, sesuai data pertanggal 6 Oktober 2021, capaian vaksinasi lansia sudah mencapai 67.274 penerima, dengan persentase 56,09 persen. “Pastinya kami terus lakukan perceparan untuk lansia. Fokus kami juga terus memperluas jangkauan vaksin untuk semuanya,” jelasnya.

Ia membeberkan,  ada penambahan dalam satu hari ini sebanyak 262 penerima, sebab pada pertanggal 5 Oktober 2021 lansia yang menerima vaksin 67.012 orang, dengan persentase 55,87 persen.

Namun, Umi menekankan, jumlah tersebut adalah penerima vaksin dosis pertama. Sejauh ini bagi lansia yang menerima vaksin dosis kedua ada 48.195 penerima dengan persentase 40,18 persen, ini data yang masuk pertanggal 6 Oktober 2021.

“Sebelumnya jumlah penerima vaksin kedua ada sebanyak 47.822 orang, pertanggal 5 oktober 2021. Jadi untuk hari ini ada penambahan sebanyak 373 lansia yang menerima vaksin,” ungkap Umi.

Menurut data yang digelontorkan Dinkes, target sasaran vaksinasi secara menyeluruh sebanyak 1.613.557 penerima. Pertanggal 6 Oktober, capaian vaksin keseluruhan untuk dosis pertama mencapai 66,39 persen atau setara 1.071.274 penerima, untuk dosis kedua mencapai 43,74 persen atau sebanyak 713.614 penerima.

Lanjut Umi, upaya peningkatan terus dilakukan dengan, seperti untuk masyarakat rentan dan umum telah mencapai 557.747 penerima untuk dosis pertama, untuk dosis kedua sudah menyentuh 301.301 penerima. “Insha Allah target kami terus tercapai agar Depok menuju PPKM Level 2,” tegasnya.

Perkembangan data Covid-19 pertanggal 6 Oktober menyatakan Kasus Terkonfirmasi bertambah 11 pasien sehingga menjadi 105.042 pasien. Dengan kasus konfirmasi aktif menurun 14 pasien menjadi 229 pasien. Lalu, untuk kesembuhan meningkat sebanyak 23 pasien sehingga menjadi 102.678 pasien. Selanjutnya, untuk yang meninggal bertambah dua pasien total menjadi 2.135 pasien.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan dua Instruksi Mendagri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan menjelaskan dua Inmendagri itu, yakni Inmendagri 47/2021 dan Inmendagri 48/2021.

Inmendagri 47/2021 tentang PPKM level 4, 3, dan 2 di wilayah Jawa dan Bali. Instruksi Mendagri ini mulai berlaku sejak 5 Oktober 2021 sampai 18 Oktober 2021.

“Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar melaksanakan PPKM level 4, 3, dan 2 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen,” tulis Inmendagri 47/2021.

Kemudian, Inmendagri 48/2021 merupakan instruksi tentang pemberlakuan PPKM level 4, 3, 2, dan level 1 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Instruksi Mendagri itu mulai berlaku sejak 5 Oktober 2021 sampai 18 Oktober 2021. Penetapan level wilayah pada instruksi tersebut berpedoman pada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan Menteri Kesehatan.

Penetapan itu ditambahkan dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun dari target vaksinasi. Ketentuan penurunan level kabupaten/kota dari level 3 menjadi level 2 dengan capaian total vaksinasi dosis 1 minimal sebesar 50 persen dan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun minimal sebesar 40 persen.

Kemudian, penurunan level kabupaten/kota dari level 2 menjadi level 1 dengan capaian total vaksinasi dosis 1 minimal sebesar 70 persen dan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun minimal sebesar 60 persen.

Untuk kabupaten/kota dengan level 2 pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021 dan tetap berada pada level 2 atau level 1 berdasarkan indikator yang ditentukan per 4 Oktober 2021 akan diberikan waktu 2 minggu untuk mencapai target vaksinasi sesuai yang diatur Inmendagri 48/2021.

Ketentuannya apabila target vaksinasi tidak tercapai dalam 2 minggu, maka kabupaten/kota akan naik ke level 3. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar